SKIPM Merauke Tingkatkan Mutu Produk Perikanan Melalui CPIB

Foto Ist

Metro Merauke – Guna meningkatkan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan di Kota Merauke, Kementerian Kelautan dan Perikanan melaui Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasi Perikanan (SKIPM) Merauke berupaya mengajak pelaku usaha perikanan untuk menerapkan cara penanganan ikan yang baik.

Kepala SKIPM Merauke, Nikmatul Rochmah menjelaskan, cara penanganan ikan yang baik (CPIB), adalah pedoman dan tata cara penanganan ikan yang baik untuk memenuhi persyaratan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan.

Sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan adalah upaya pencegahan dan pengendalian yang harus diperhatikan dan dilakukan sejak praproduksi sampai dengan pendistribusian.

“Ini penting, untuk menghasilkan hasil perikanan yang bermutu dan aman bagi kesehatan manusia,” katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Selasa (21/7) pihaknya menugaskan Inspektur Mutu untuk melakukan inspeksi di UD. Cahaya Bahtera Papua.

Cahaya Bahtera Papua merupakan salah satu badan usaha yang bergerak di bidang perikanan sebagai pengumpul dan pengirim gelembung ikan yang memiliki instalasi di Jalan Nusa Barong, Merauke.

“Inspektur mutu kami sedang melakukan penilaian terhadap persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha. Seperti persyaratan prosedur operasi standar sanitasi (Standard Sanitation Operating Procedure) dan Persyaratan Good Manufacturing Practices atau konsep manajemen yang berbentuk prosedur dan cara kerja untuk menghasilkan produk,” terangnya.

Nantinya, lanjut Nikmatul, dari hasil inspeksi tersebut diharapkan pelaku usaha perikanan bisa memenuhi standar-satandar tersebut, sehingga layak untuk diberikan sertifikat CPIB.

Dijelaskan, sertifikat CPIB di supplier adalah sertifikat yang diberikan kepada unit pengumpul/supplier, sebagai bukti hasil inspeksi yang menyatakan suatu unit supplier telah menerapkan secara konsisten persyaratan CPIB.

Ia menyebutkan ada beberapa hal yang dilakukan penilaian dalam rangka melakukan verifikasi, seperti lokasi, bangunan, peralatan dan perlengkapan, pekerja, penanganan dan pengolahan serta pengepakan dan pelabelan.

Tentunya, persyaratan tersebut mengarah pada hasil sanitasi yang baik. “Sehingga produk perikanan yang dihasilkan pun memenuhi jaminan mutu dan kemananan hasil perikanan yang layak konsumsi.”

Melalui penerapan program CPIB yang diterapkan pelaku usaha perikanan dimaksud, pelaku usaha perikanan juga diberi kemudahan dalam proses pelayanan sertifikasi untuk pengiriman produk perikanan dari Kabupaten Merauke.

“Untuk pelaku usaha perikanan yang menerapkan program CPIB, dapat mengajukan proses sertifikasi minimal 4 jam sebelum pengiriman,” pungkasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan