Empat Mobil Digadaikan ke Oknum Lantamal XI Merauke, Pemilik Merugi Ratusan Juta

Pemilik kendaraan sedang memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan | LKF

Metro Merauke – Dua pemilik mobil, Rara (32) dan Rohmat (25) angkat bicara, setelah empat mobil mereka digadaikan seorang sopir atas nama Imanuel Gasali kepada oknum anggota Lantamal XI Merauke, Mayor S.

Hingga kini, keempat mobil tersebut tak kunjung dikembalikan. Sehingga pemilik mengalami kerugian hingga ratusan juta.

Kepada sejumlah wartawan di rumahnya di Kelurahan Samkai Kamis (25/6), Rara mengaku, dirinya memiliki tiga mobil jenis zenia, rush dan inova. “Awalnya pelaku Gasali datang ke rumahnya tanggal 20 Mei menyewakan mobil jenis zenia dan pembayaran juga berjalan lancar,” katanya.

Beberapa minggu kemudian, tepatnya tanggal 5 Juni, menurutnya, pelaku datang mengambil mobil jenis rush di rental. Namun bersangkutan baru membayar stengah. Sedangkan stengahnya lagi sesuai janji dibayar sepuluh hari kedepan. Namun belum dilunasi, isteri pelaku datang lagi  mengambil mobil jenis inova.  Begitu ketiga mobil diambil, pihaknya kesulitan berkomunikasi dengan pelaku termasuk nomor handphone tak aktif.

“Beberapa hari kemudian, isteri pelaku datang dan menyampaikan jika suaminya telah kabur dengan salah seorang perempuan bar. Setelah dilacak, ternyata mobil mereka digadaikan di oknum anggota Lantamal XI Merauke,” ujarnya.

Khusus dua mobil, menurutnya, dikontrak sebulan masing-masing senilai Rp 8 juta. Sedangkan mobil satunya rencana dihitung per hari, namun sang pelaku sudah hilang.

“Kami juga sudah membuat laporan di Polres Merauke dan kini pelaku ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” katanya.

Rohmat (25) juga mengaku mobil miliknya jenis zenia diserahkan ke Gasali. Hanya saja kini sedang di tangan oknum anggota Lantamal XI. “Kami hanya meminta mobil dikembalikan, karena telah mengalami kerugian ratusan juta,” ujarnya.

Danlantamal XI Merauke, Brigjen (TNI) Mar Lukman H mengakui jika itu adalah perwiranya. “Anggota saya masih dalam pemeriksaan, namun perlu diketahui bahwa anggota saya juga  membantu orang yang membutuhkan uang,” ujarnya.

Orang yang mempunyai mobil, menurutnya, tidak mengetahui statusnya. Lalu pelaku merentalkan mobil dan kini bersangkutan telah ditahan di Polres Merauke sekaligus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ditegaskan, begitu mendapatkan informasi dimaksud, pihaknya memerintahkan Asintel dan Danpomal  melakukan pemeriksaan terhadap anggota, sekaligus berkoordinasi dengan Polres Merauke.

“Silahkan saja anggota dimintai keterangan, agar menjadi lebih jelas. Nantinya akan digelar kasus. Intinya kita sportif dan jika anggota salah, akan saya tindak tegas,” ungkapnya.

Disinggung jika pemilik mobil siap mencabut kasusnya di Polres Merauke jika mobil dikembalikan, Danlantamal mengaku, dirinya melihat anggota juga sebagai korban, lantaran merasa ditipu Gasali.

Ditambahkan, mobil pemilik tak akan kemana-mana dan tentu menjadi barang bukti. “Tadi pagi saya mendapat surat dari Kapolres Merauke yang meminta anggota  saya diambil keterangan,” ungkapnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan