Rapid Test Pelaku Perjalanan Keluar Merauke Dikenakan Biaya Rp 370.000

Sejumlah wartawan saat mengikuti jumpa pers di posko covid-19 Kantor Bupati Merauke | LKF

Metro Merauke – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevil Muskita mengatakan, biaya rapid test bagi pelaku perjalanan ke luar daerah Merauke dikenakan Rp 370.000-Rp 380.000.

“Untuk tempatnya, akan difokuskan di salah satu ruangan khusus di Posko Covid-19 Kantor Bupati Merauke. Nanti ada tenaga medis melakukan rapid test kepada siapa saja ketika hendak bepergian keluar daerah dengan biaya seperti diatas,” ungkap Nevil saat jumpa pers Kamis (18/6).

Khusus mereka yang datang dari luar, jelas dia, tentunya telah melakukan rapid test di tempat sebelumnya.

Dikatakan, beberapa waktu lalu dilakukan pengadaan atau pembelian 270 alat apid test bagi teman-teman di setiap puskesmas saat memantau ODP dengan harga mencapai Rp 100 juta lebih. “Kalau kita bagi satu alat test untuk setiap orang, harganya sekitar Rp 370.000. Jadi itu hanya mengganti biaya pembelian alat, sedangkan tenaga medis tidak,” katanya.

“Jika ada masyarakat mempertanyakan rapid test yang pernah dilakukan dengan harga Rp 50.000, itu adalah bantuan dalam memantau ODP,” ungakpnya.

Ditambahkan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan klinik swasta yakni Cito, MMS serta Atriawaris untuk melakukan rapid tes dan pada prinsipnya mereka siap. Hanya saja harga sekali rapid test agak mahal sekitar Rp 475.000.

Menyangkut rapid test massal, Nevil mengaku segera dilakukan. Hanya hari dan tempat belum ditentukan. “Ini adalah survei dan tak ada biaya, kecuali hanya pelaku perjalanan keluar daerah saja harus membayar,” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan