Anak Dipaksakan Naik Kelas, Pendeta Sefnat: Itu Bentuk Pembodohan

Pendeta Sefnat Oram Gat Mahuze sedang bicara | LKF

Metro Merauke – Pendeta Sefnat Oram Gat Mahuze, salah seorang pendeta di Kampung Kaliki, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke menegaskan, jika anak dipaksakan naik kelas, padahal belum bisa menulis dan membaca secara baik adalah suatu bentuk pembodohan dalam dunia pendidikan.

Penegasan itu disampaikan Pendeta Sefnat saat ditemui Metro Merauke di Kampung Kaliki Senin (15/6). “Persoalan dimaksud sering kali terjadi. Dimana anak didik dipaksakan naik kelas, tanpa guru mengetahui apakah dia mampu menulis serta membaca atau tidak,” ujarnya.

“Saya juga bingung anak didik di Sekolah Dasar (SD) Kaliki. Ada yang sudah di bangku kelas V,  tetapi tak bisa menulis dan membaca. Sehingga ketika mereka tamat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, menjadi minder dengan sesama teman lain,” ungkapnya.

Dia mengaku banyak anak dari Kampung Kaliki yang melanjutkan pendidikan ke jenjang  SMP maupun SMA di Distrik Kurik maupun kota, terpaksa putus sekolah dan memilih pulang kampung.

Selain karena merasa minder, juga tempat tinggal sulit didapatkan. Juga kebutuhan makan minum sehari-hari. “Inilah beberapa persoalan mendasar  yang terjadi,” katanya.

Ditambahkan, masih ada beberapa anak yang betah tinggal di distrik maupun kota  melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP/SMA.

“Melalui kesempatan ini, saya meminta kepada Pemkab Merauke agar meresponi apa yang telah digagas Bapak Sergius Womsiwor untuk membangun SMP/SMA  Satu Atap (Satap) Kaliki. Karena disana anak-anak Papua harus diberikan kesempatan melanjutkan pendidikan kembali,” pintanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan