Wabah Corona Belum Berakhir, Legislator: Ketahanan Pangan Harus Terjaga

Foto Istimewa

Metro Merauke – Wabah virus Corona kian meluas dan membuat keprihatinan semua pihak. Menurut Anggota Komisi IV DPRI, H Sulaeman L Hamzah, di tengah masa pandemi yang masih terjadi hingga kini, ketersediaan pangan harus terjamin agar tak terjadi krisis pangan.

Salah satunya, katanya, makanan pokok sagu perlu dilestarikan.

Hanya saja, petani pangan lokaln (sagu) ikut terdampak covid 19, menyusul lesunya penjualan sagu di pasaran.

“Mestinya sagu hasil panen warga (petani) harus menjadi pangan alternatif setelah padi. Terlebih disaat kondisi pandemi covid 19,” katanya.

Disaat melakukan resesnya, Rabu (3/6), Sulaeman L.Hamzah bertemu langsung dengan petani sagu di Distrik Muara Tami menjelaskan, sebaran lahan sagu di wilayah Papua cukup luas.

“Di Kota Jayapura, diantaranya di kampung Skow Yambe Distrik Muara Tami, sagu dibudidayakan dan dilestarikan. Memang saya lihat pengolahan sagu yang ada ini masih terbilang skala kecil.”

Untuk itu, dirinya menilai sangat penting petani sagu terus dimotivasi agar maju dan bertumbuh.

Salah satunya, kata Sulaeman, lewat pendampingan serta pemenuhan peralatan produksi modern.

“Tenaga kerja yang mengelola perlu didampingi dan diarahkan, sehingga mampu menghasilkan olahan sagu yang berkualitas. Kita harus sama-sama saling bersinergi untuk kembangkan sagu sebagai pangan lokal di Papua,” katanya penuh harap.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat, Jean H. Rollo mengakui, potensi lahan untuk budidaya pangan lokal sagu masih terbatas. Namun bukan menjadi kendala untuk terus dibudidayakan.

“Potensi sagu sangat baik untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Pendampingan akan kami lakukan dengan baik, mulai SDM pengolahan dan penyediaan alat modern untuk pengolahan. Terlebih dengan kehadiran Anggota DPR RI, H. Sulaeman L Hamzah semakin memotivasi petani sagu di perbatasan RI-PNG,” tandasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan