Sunardi Bejo Sebut Pernyataan Kapolsek Muting Mengada-Ada

Sunardi Bejo, Relawan Kampung Kumaf | IST

Metro Merauke – Relawan Covid-19  yang juga Linmas Kampung Kumaf, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Sunardi Bejo menyebut pernyataan Kapolsek Muting, Inspektur Dua (Ipda) Hamado mengada-ada.

Bejo sebelumnya dihukum memanjat pohon Sawit, Rabu (3/6), karena dianggap ‘tak sopan’ pada petugas kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Bejo saat dikonfirmasi Metro Merauke, Jumat (5/6). Menurut dia, semuanya  bermula saat ia berada di posko pemeriksaan di Muting II dan melihat dari kejauhan sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

Baca juga: Ejek Petugas, Bejo Relawan Covid-19 Dihukum Panjat Pohon Sawit di Ulillin

“(Lalu) saya menuju ke tengah jalan dan mengangkat tangan sambil meminta mobil dilarikan pelan. Saat  makin mendekat, mobil berhenti, dan memang saya tak tahu kalau itu Kapolsek Muting,” ujarnya.

Dikatakan, setelah mobil berhenti, Kapolsek keluar dari mobil sambil memelototinya. “Lalu saya disuruh lari, namun sebelumnya saya menyampaikan permohonan maaf. Karena tak mengetahui kalau beliau adalah Kapolsek Muting,” katanya.

“Jadi beliau (Kapolsek; red) yang menyuruh saya lari. Lalu tidak benar saya menggoyang-goyang pantat,” tegasnya.

Disaat sedang lari, lanjutnya, Kapolsek kemudian menyuruhnya memanjat pohon kelapa sawit. Akhirnya ia terjatuh ke tanah.

Ditanya kalau dirinya disebut mengalami gangguan mental, Bejo dengan tegas membantahnya. “Kalau Pak Kapolsek Muting bilang saya mengalami gangguan itu tipu. Saya dalam keadaan sehat,” katanya.

Dia mengaku saat kejadian, sekitar lima orang saksi melihat langsung peristiwa. “Saya ini masyarakat kecil dan menyampaikan sesungguhnya yang terjadi. Tak mengarang-ngarang bahasa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agustinus Ary P mengakui bahwa telah terjadi miskomunikasi antara Kapolsek Muting bersama salah seorang anggota Linmas.

“Itu resiko ketika kita sedang melaksanakan tugas. Dimana unsur capek, jenuh dan lelah, sangat mempengaruhi emosi seseorang. Betul saat itu Kapolsek baru pulang melakukan patroli dan diberhentikan anggota Linmas,” tukasnya.

Kapolres mengaku telah menelpon Kapolsek dan persoalan tersebut telah diselesaikan. (LKF)

Tinggalkan Balasan