Pengrusakan Tanaman Berujung Pidana

Foto Ist

Metro Merauke – YW, tak berkutik saat ditangkap polisi di Jalan Bakti, Merauke, Papua, Kamis (4/6) jam 14.00 WIT.

Terduga pelaku diamankan petugas dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena telah merusak sejumlah pohon palem yang ditanam pemerintah untuk mempercantik wajah kota.

Kepada petugas terduga memgaku iseng melakukan aksinya, merusak pohon palem di media jalan dengan cara memotong menggunakan parang, Selasa (2/6) jam 01.30 WIT.

Kapolres Merauke, melalui Kasat Reskrim, AKP Carroland Ramdhani mengatakan, YW tak sendiri, aparat masih memburu para pelaku lainnya yang diketahui ikut melakukan pengrusakan tanaman hias.

Kasat Reskrim menjelaskan, saat kejadian terduga bersama 5 orang rekannya berjalan dari rumah Jalan Johar, Kelapa Lima menuju ke Libra.

Namun sesampainya di depan rumah makan, terduga pelaku yang tengah dipengaruhi minuman beralkohol kemudian menyebrang jalan. Tanpa alasan yang jelas YW bersama satu temannya (DPO) merusak pohon palem menggunakan parang yang memang telah mereka bawa.

Akibat kejadian tersebut, Dinas Pemda Merauke mengalami kerugian hingga Rp22 juta.

“Keterangan terduga pelaku, motif pengrusakan tanaman hanya sekedar iseng saja,” terangnya.

Atas perbuatannya, terduga pelaku diancam dengan Pasal 170 KUHP ayat 1 ke 1e tentang perusakan barang, diancam pidana kurang lebih 7 tahun.

“Terduga pelaku juga akan dikenakan Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, dikarenakan membawa senjata tajam bukan peruntukannya.”

Masyarakat diimbau untuk tidak membawa secara sembarangan senjata tajam karena dapat dikenakan sanksi pidana.

“Aturan tersebut dimaksudkan, bertujuan untuk membatasi sebagian masyarakat yang suka membawa sajam. Sudah ada contohnya, ketika membawa sajam lalu dipengaruhi alkohol maka sering terjadi tindak pidana, baik penganiayaan ataupun tindak pidana lainnya,” tandasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan