DPD II Golkar Merauke Bagikan 1.000 Paket Bantuan Beras, Herman: Kami Utamakan OAP

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Merauke, Herman Anitu Basik-Basik | LKF

Metro Merauke – Melihat situasi masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Kabupaten Merauke mengambil Langkah dengan menyiapkan 1.000 paket bantuan  yang  berisi 5 kilogram beras.

Bantuan beras tersebut, dibagikan kepada masyarakat, tetapi diutamakan 80 persen kepada orang asli Papua (OAP). Karena di tengah pandemi covid-19,  ekonomi mereka sangat sulit. Sehingga dengan beras 5 kilogram yang diberikan, sekiranya dapat terbantu.

Demikian disampaikan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Merauke, Herman Anitu Basik-Basik, SH saat ditemui diruang kerjanya Rabu (3/6). “Memang kita fokus embagian untuk masyarakat yang tersebar dalam wilayah Distrik Merauke,” ungkapnya.

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Merauke, Herman Anitu Basik-Basik | LKF

Untuk pembagian, lanjut Herman yang juga Bakal  Calon Bupati Merauke itu, tidak dilakukan sekaligus. “Kita mengatur pembagian dilakukan selama empat hari kedepan, dimana tiap hari 250 paket. Langkah tersebut dengan tujuan menghindari adanya kerumuman,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, mereka yang mendapatkan paket bantuan beras setelah mengantongi kupon yang telah dibagikan sebelumnya. “Kami juga mengambil kebijakan, tak harus dengan KTP baru mendapatkan bingkisan. Cukup menunjuk kupon dan langsung dilayani,” katanya.

Dijelaskan, fokus pembagian bingkisan 5 kilogram beras dilakukan di Kantor DPD II Golkar Kabupaten Merauke. “Begitu warga datang, dilayani dan diarahkan untuk pulang. Itu semata mata menghindari kerumunan,” ungkapnya.

“1000 paket bingkisan itu, 300 adalah bantuan dari Ibu Trivena Tinal, Anggota DPR RI. Sedangkan sisanya adalah sumbangan dari kader maupun pengurus DPD II Golkar Merauke,” katanya.

Lalu, lanjut Herman, pembelian beras langsung dilakukan di tingkat petani di lokasi eks transmigrasi. “Hitung-hitung itu adalah subsidi silang dilakukan  Golkar dengan petani. Karena disituasi seperti sekarang, mereka juga mengalami kesulitan dari sisi perekonomian,” ujarnya.

“Beras yang kami beli dari petani juga dengan harga Rp 8.500/kg. Jauh diatas harga Badan Urusan Logistik (Bulog) Merauke. Intinya ikut meringankan beban para petani,” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan