Akses ke Papua Dibuka Untuk Rute Tertentu

Ilustrasi pesawat milik salah satu maskapai saat mendarat di Bandara Mopah Merauke

Metro Merauke – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua memutuskan membuka kembali akses pelayaran dan penerbangan penumpang dari Papua dan ke Papua selama dua pekan ke depan, terhitung 5 Juni hingga 19 Juni.

Akan tetapi rute yang dizinkan untuk sementara waktu hanya untuk Jayapura-Jakarta dan sebaliknya, tanpa transit.

Keputusan itu diambil Pemprov Papua dalam rapat bersama Forum Komunikasi Daerah atau Forkopimda dan para kepala daerah se- Papua, Rabu malam (03/06).

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengatakan terhitung sejak 8 Juni mendatang, akses pelayaran penumpang dari dan ke Papua mulai dibuka, dan untuk penerbangan penumpang dimulai pada 10 Juni.

Warga yang hendak bepergian dari Papua dan ke Papua menggunakan jasa pelayaran atau penerbangan, mesti mengikuti protokol kesehatan di antaranya tetap jaga jarak, menggunakan masker dan membawa hasil rapid test atau hasil pemeriksaan menggunakan metode PCR.

“Untuk pesawat tetap akan dibatasi, satu pesawat setiap hari dari luar Papua ke Papua atau sebaliknya. Pembatasan transportasi masih berlaku untuk antara wilayah di Provinsi Papua,” kata Klemen Tinal.

Selain membuka akses pelayaran dan penerbangan penumpang, Pemprov Papua juga kembali mengizinkan warga di 14 kabupaten/kota zona merah beraktivitas sejak jam 06.00 WIT hingga jam 18.00 WIT, setelah dua pekan terakhir hanya diperkenankan beraktivitas di luar rumah mulai jam 06.00 WIT hingga jam 14.00 WIT.

“Sedangkan bagi daerah yang zona hijau, diizinkan melakukan aktivitas seperti biasa, namun tetap harus melakukan protokol kesehatan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Papua, Reky Ambrauw mengatakan untuk akses pelayaran atau kapal laut hanya diperkenankan mengangkut 50 persen penumpang dari kapasitas semestinya. Ini bertujuan agar protokol kesehatan, di antaranya jaga jarak antara penumpang di atas kapal tetap diterapkan.

“Untuk penerbangan pesawat, juga hanya diperbolehkan memuat 50 persen penumpang dan mesti mengikuti protokol kesehatan. Namun yang diizinkan [sementara waktu hanya] rute Jakarta-Jayapura dan sebaliknya, tanpa transit,” kata Reky Ambrauw.

Selain itu menurutnya, dalam sehari hanya diperbolehkan satu kali penerbangan atau hanya satu pesawat yang melayani rute dari Papua ke Jakarta atau sebaliknya. Maskapai penerbangan akan melakukan penerbangan secara bergantian setiap harinya.

Ia mencontohkan jika hari ini maskapai Garuda yang melakukan penerbangan, keesokannya giliran maskapai lain yang melayani rute tujuan. 

Dinas Perhubungan Provinsi Papua akan membahas pengaturan jadwal penerbangan setiap maskapai dalam sehari dengan para pihak terkait, termasuk terkait teknis pengawasan penumpang yang akan berangkat dari Papua dan tiba di Papua. (Arjuna/Redaksi)

Tinggalkan Balasan