Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal

Metro Merauke – Kepolisian Daerah atau Polda Papua menyatakan informasi penyerangan terhadap aparat keamanan di Kabupaten Nduga, Papua dan perampasan ribuan butir amunisi milik TNI/Polri, merupakan informasi hoaks.

Penegasan itu disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal dalam siaran pers yang diterbitkan Humas Polda Papua, Kamis (28/05).

Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, telah beredar informasi di media sosial dan pemberitaan sejumlah media daring (online) yang menyebut kelompok kriminal bersenjata atau KKB pimpinan Egianus Kogoya, melakukan penyerangan di Kabupaten Nduga beberapa waktu lalu.

Dalam aksi itu, KKB berhasil merampas  ribuan amunisi dan menguasai empat pos darurat TNI/Polri di Nduga. Informasi penyerangan tersebut berdasarkan rilis Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB, Sebby Sambom.

Dalam rilis itu, pihak TPNPB mengklaim elah merampas ribuan butir amunisi  dan alat komunikasi milik TNI/Polri yang bertugas di Nduga. Amunisi yang diklaim dirampas KKB, yakni 60 magasen peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir, peluru rantai tiga unit, 16 peluru roket basoka, 30 tas ransel, 12 buah telepon genggam, enam buah handy talky, dua alat komunikasi setelit, 15 buah rompi anti peluru, sepatu, baju, celana, terpal dan peralatan lainnya.

“Kami pastikan informasi itu tidak benar atau hoaks. Kami tidak pernah menerima laporan dari Polres jajaran terkait kejadian tersebut,” kata Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal.

Menurutnya, informasi tersebut sudah diklarifikasi kepada Kapolres Nduga, juga Kapendam XVII/Cenderawasih. Akan tetapi, para pihak tersebut menyatakan tak ada penyerangan di Nduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata, apalagi perampasan amunisi milik aparat keamanan.

“KKB pimpinan Egianus Kogoya terus melakukan provokasi dan menyebarkan berita atau informasi yang menimbulkan kepanikan warga di Papua, khususnya di Kabupaten Nduga,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Papua menambahkan,  penyerangan oleh KKB di Papua dalam sebulan terakhir terjadi di wilayah lain, bukan di Nduga. Aksi itu, di antaranya penyerangan Pos Polisi di Kabupaten Paniai pada 15 Meret 2020.

Dalam penyerangan itu, seorang anggota polisi mengalami sejumlah luka sabetan senjata tajam di tubuhnya, dan tiga senjata api laras panjang dibawa kabur pihak penyerangan.

Pada 21 Mei 2020, KKB menembak seorang warga sipil di Mile 61 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika yang merupakan areal penambangan PT Freeport Indonesia. Korban ditemukan aparat keamanan dalam keadaan meninggal dunia.

KKB kembali melakukan penembakan pada 22 Mei 2020 di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya. Kedua korban yang merupakan petugas medis ditembak karena dituduh merupakan informan TNI/Polri. Seorang korban meninggal dunia dan satu lainnya terluka dalam peristiwa tersebut.

“Kami akan terus mengejar para pelaku. Memang anggota kami di lapangan mengalami hambatan terkait medan yang sulit. Tetapi itu bukan halangan bagi TNI/Polri untuk melakukan penegakkan hukum kepada kelompok tersebut,” ucapnya. (Arjuna/Redaksi) 

Tinggalkan Balasan