Penanganan Covid-19, Pemerintah Diingatkan Perhatikan Lembaga Pendidikan Berpola Asrama dan Lembaga Asuh

Ketua Fraksi Gabungan Bangun Papua, Agus Kogoya

Metro Merauke – Fraksi Gabungan Bangun Papua, DPR Papua meminta pemerintah pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperhatikan lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan berpola asrama, atau lembaga asuh bagi anak yatim dan anak-anak terlantar di Provinis Papua.

Pernyataan itu dikatakan Ketua Fraksi Gabungan Bangun Papua, Agus Kogoya pada Jumat (29/05), sebagai tanggapan kondisi terkini yang dihadapai selama masa pandemi Covid-19 kini, baik secara nasional maupun daerah dan mengarah kepada era kehidupan normal baru.

“Kita jangankan bicara soal New Normal, atau yang disebut dengan kebiasaan hidup yang baru. Saat ini saja penanganan terhadap perkembangan pandemi Covid-19 masih belum tertata baik,” kata Agus Kogoya.

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, ada hal-hal yang sifatnya prosedural. Misalnya yang ada dalam beberapa peraturan di antaranya Keppres Nomor 11 Tahun 2020, Keppres Nomor 12 Tahun 2020, dan beberapa aturan turunan lainnya terkait kondisi penanganan pandemi ini, yang memang harus dilakukan sesuai prosedur.

Akan tetapi, juga ada hal yang sifatnya urgen dan harus segera. Misalnya yang ditemukan pihaknya di beberapa daerah. Masyarakat tidak boleh beraktivitas secara leluasa, namun kondisi perekonomian masyarakat semakin menurun.

“Kalau menunggu prosedur untuk pemerintah daerah bisa memberikan bantuan, kami khawatir menyebabkan masalah baru di lapangan terutama yang menyangkut kebutuan dasar masyarakat. Saya rasa perlu dipertimbangkan untuk segera diberikan bantuan,” ujarnya.

Ketua Fraksi Bangun Papua PPR Papua juga menyampaikan, agar lembaga-lembaga pendidikan berpola asrama seperti pondok pesantren, dan lembaga asuh misalnya pondok-pondok kerahiman, lembaga yatim piatu dan lainnya jangan sampai luput dari perhatian pemerintah.

Kata Agus Kogoya, sepengatahuan pihaknya, selama ini lembaga-lembaga  seperti itu masih dibantu pihak swasta. Belum secara spesifik dibantu oleh pemerintah, terutama dalam masa pandemi kini.

“Padahal tidak sedikit anak dan generiasi penerus kita yang ditampung di sana. Untuk itu pemerintah perlu serius memperhatikan ini. Apalagi untuk menyesuaikan dengan kebiasaan hidup normal yang baru tentu akan banyak sekali penyesuaian-penyesuaian,” ucapnya.

Fraksi Bangun Papua PPR Papua berharapan, masyarakat dapat beradaptasi dan tetap melaksanakan protokol kesehataan saat kondisi kehidupan baru diterapkan.

Minimal menggunakan masker, rajin cuci tangan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, jaga jarak atau menghindari berkerumun dalam waktu yang lama, untuk mengurangi bahkan memutus rantai penularan virus corona ini. (Arjuna/Redaksi)

Tinggalkan Balasan