Terkait Pengaduan Aloysius Dumatubun, Polres Merauke Akan Minta Klarifikasi Sejumlah Pihak

Kasat Reskrim Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP). Rhamdhani | LKF

Metro Merauke – Polres Merauke akan meminta klarifikasi dari sejumlah pihak  sehubungan pengaduan salah seorang warga Merauke, Aloysius Dumatubun, terkait dugaan mal-praktek yang terjadi di Palang Merah Indonesia (PMI) beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP). Rhamdhani diruang kerjanya Selasa (26/5). “Memang surat dari Kapolres Merauke belum turun, namun kami telah membuat undangan untuk pihak-pihak yang akan dimintai klarifikasi,” ungkapnya.

Tentunya, jelas Kasatreskrim, yang akan dimintai klarifikasi pertama adalah Aloysius Dumatubun sebagai pihak yang membuat pengaduan ke Polres Merauke beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, jelas dia, pihak-pihak yang diadukan yakni pengurus PMI Cabang Merauke. Intinya polisi akan menyelidiki apakah  benar adanya dugaan mal-praktek atau tidak.

“Kita akan  melakukan penyelidikan, apakah disitu ada unsur pidananya atau tidak,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, salah seorang warga Merauke, Aloysius Dumatubun melaporkan PMI ke Polres setempat. Alasan bersangkutan melapor lantaran pengurus mempekerjakan orang di PMI tidak sesuai keahliannya ketika masyarakat hendak mendonorkan darahnya.

“Kok bisanya petugas unit transfusi darah PMI mempekerjakan petugas kesehatan (bidan) tak sesuai disiplin ilmu yang dimiliki,” katanya.

Namun, lanjut dia, yang ingin disampaikan adalah jangan sampai ada masyarakat menjadi korban. Karena sesuai peraturan organisasi PMI Nomor 01 Tahun 2016, putusan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tahun 2018 dan Peraturan Menkes Nomor 83 tahun 2018, disitu sudah  jelas. Dimana yang boleh mengambil darah hanya yang mempunyai pendidikan khusus. (LKF)

Tinggalkan Balasan