Alberto Tewas Ditikam Dengan Pecahan Botol, Pelaku Ditembak Polisi

Kasubag Humas Polres Merauke, AKP Ariffin | LKF

Metro Merauke – Alberto W (18) tahun tewas ditikam dengan pecahan botol oleh dua pelaku yakni AE dan YE saat mereka sedang pesta minuman keras (miras) bersama di Pantai Bina Loka.

Sementara AE, satu dari dua pelaku terpaksa ditembak dibagian pahanya oleh aparat kepolisian, lantaran berusaha melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri.

Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ariffin yang ditemui di ruang kerjanya Rabu (20/5) menjelaskan, kasus penganiayaan yang mengakibatkan orang mati itu terjadi pada Selasa 19 Mei 2020 sekitar pukul 15.00 WIT, tepatnya di Pantai Bina Loka.

Kronologisnya, demikian Kasubag, awalnya korban bersama tiga rekan lain yakni Kaetanus Banop, Bernardus Wonopka dan Maku sedang minum sagero di salah satu honai dipinggir pantai .

Tak lama kemudian, datang dua pelaku AE dan YE yang juga dalam keadaan mabuk. Oleh karena mengenal salah satu dari rekan korban, akhirnya ikut bergabung.

Disaat sedang minum bersama, terjadi kesalahpahahaman antara AE (seorang pelaku) dengan korban. Sehingga dipukul di bagian mulut. Lalu korban tak menerima baik dan membalas memukul menggunakan gelas, sehingga kepala AE mengalami luka.

Melihat itu, temannya (YE) tak menerima baik dan memecahkan botol lalu menikam ke dada korban. Selanjutnya AE juga memecahkan botol lagi dan menikam ke punggung korban hingga terjatuh. Sempat korban hendak dipukul, namun dihalang-halangi.

“Lalu rekan korban atas nama Kaetanus menarik korban ke pinggir pantai. Sementara dua lain yakni Bernardus serta Maku menunggu di sepeda motor yang diparkir. Satu pelaku masih mau mendekati korban, tetapi dihalangi,” ujarnya.

“Seketika juga korban dilarikan ketiga temannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) guna mendapat perawatan. Hanya setelah tiba di sana, sudah meninggal dunia,” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan