Pelaku Pembunuhan Kristoforus Yohanes Bapset di Gudang Arang Ternyata Seorang Buruh TKBM

Kasubag Humas Polres Merauke, AKP Ariffin | LKF

Metro Merauke – Polres Merauke berhasil mengungkap pelaku pembunuhan korban Kristoforus Yohanes Bapset di Gudang Arang, Kelurahan Maro tanggal 7 Mei 2020 lalu.

Dari hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan serta pemeriksaan belasan saksi, akhirnya diketahui pelaku pembunuhan korban Yohanes dengan menggunakan celurit adalah LS yang sehari-hari sebagai buruh TKBM Pelabuhan Merauke. Lalu antara korban bersama pelaku masih ada hubungan keluarga.

Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ariffin diruang kerjanya Senin (18/5) mengatakan, kurang lebih 16 saksi diperiksa penyidik Satreskrim. Salah satunya adalah saksi atas nama ML yang melihat langsung kejadian pembunuhan .

Dari keterangan saksi ML, jelas Kasubag, pelaku mengambil celurit di badan aspal di samping motor. Lalu mengayunkan senjata tajam tersebut ke bagian dada korban. Oleh karena ketakutan, saksi memilih pulang ke rumahnya.

Berbekal keterangan saksi kunci itu, akhirnya pelaku diamankan dan dijebloskan ke sel tahanan Polres Merauke. “Setelah diperiksa, pelaku mengaku sata itu sedang dipengaruhi minuman keras (miras),” ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku, katanya, dia datang ke lokasi di deker Gudang Arang untuk melihat beberapa orang yang sedang merusak motor orang lain. Oleh karena mereka sedang kejar-kejaran, pelaku mendekati motor dan mengambil celurit di aspal.

Usai mengambil celurit, ia melihat korban yang baru datang dari rumahnya berada di lokasi deker. Seketika juga mengayunkan celurit ke bagian dadanya lalu terjatuh. Korban pun meninggal di tempat.

Akibat perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan pasal primer 338 KUHP dan subside pasal 352 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ditanya apakah ada motif lain yang terjadi, Kasubag mengaku, sejauh pengakuan pelaku kalau hanya mabuk. Namun masih dalam pengembangan pemeriksaan lagi. (LKF)

Tinggalkan Balasan