081344567070 metromerauke@gmail.com

Penyerangan Pos Polisi Ndeotadi, Paniai, Lekagak: Saya Utus Serang Disana

Ilustrasi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka. Foto: Juru Bicara Komnas TPNPB OPM Sebby Sambom

Metro Merauke – Komandan Operasi Umum Tentara Pembebasan Nasional, Organisasi Papua Merdeka, Lekagak Telenggen mengaku bertanggungjawab atas penyerangan dan perampasan senjata api di Pos Polisi 99 Ndeotadi, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua, Jumat 15 Mei 2020.

Lekagak mengatakan, ia telah mengutus pasukan muda dibawah pimpinan Anton Tabuni untuk melakukan aksi tersebut. “Itu benar, saya utus serang di sana. Saya selaku pimpinan perang dan Panglima Goliat Tabuni bertanggungjawab,” kata Lekagak dalam keterangan pers yang diteruskan oleh Juru Bicara Komando Nasional TPNPB OPM, Sebby Sambom, kepada Metro Merauke, Minggu malam (17/5).

Lekagak menegaskan, tujuan penyerangan itu sebagai upaya memisahkan diri dari NKRI. “Mau merdeka sendiri. Itu tujuan kami. Jangan bilang kita kriminal dan lain-lain,” tukasnya.

Sementara itu, Anton Tabuni mengatakan, pasukannya menyerbu Pos Polisi 99 Ndeotadi, sebagai balasan terhadap aparat keamanan yang telah merebut senjata mereka. “Saya dan pasukan serang pos, kami merampas senjata, karena militer Indonesia ambil senjata kami juga di Tembagapura,” ujarnya.

Anton menambahkan, ia dan pasukannya telah kembali ke Tembagapura. Ia meminta agar warga sipil tak disalahkan. “Datang kejar kami (di Tembagapura), jangan siksa masyarakat di Distrik Bogobaida. Kami pasukan TPNPB. Aparat TNI/Polri (mari) datang di Tembagapura, perang disana,” katanya.

Penyerangan Jumat malam, menyebabkan seorang anggota polisi, Briptu Kristian Paliling terluka. Penyerang juga membawa kabur sejumlah pucuk senjata laras panjang.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memastikan dalam kejadian penyerangan Pos Polisi 99 di Ndeotadi, Paniai, terdapat 3 senjata api dibawa kabur. Yaitu AK 47 1 pucuk dan SS-1 V1 sebanyak 2 pucuk.

“Satu senjata api terselamatkan, sebab disembunyikan di bawah kasur. Jadi yang dibawa kabur pelaku hanya 3 senpi,” jelasnya, Minggu (17/5).

Untuk pengembalian senjata ini, Kapolda Papua telah berkomunikasi dengan Bupati Paniai dan para tokoh setempat, guna melakukan pendekatan kepada pelaku. (JR/redaksi)

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri