Pospol Diserang, Empat Senpi Dibawa Kabur, Seorang Polisi Terluka

Ilustrasi senjata api -IST

Metro Merauke – Pos Polisi atau Pospol 99 yang berada di lokasi penambangan emas tradisional Baya Biru, Kampung Ndeotadi, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua diserang sekelompok orang tak dikenal. 

Penyerangan yang terjadi pada Jumat malam (15/05), menyebabkan seorang anggota polisi yang berjaga di pos terluka. Kelompok penyerangan juga membawa kabur empat senjata api atau senpi laras panjang.

Senjata api yang dibawa kabur kelompok penyerang, yakni sepucuk senpi jenis AK 47, sepucuk senpi AK [buatan] China, dan dua pucuk senpi jenis SS-1 V1.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat atau Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal ketika dikonfirmasi wartawan belum dapat memberikan keterangan terkait kepastian penyerangan Pospol tersebut. Ia mengatakan masih menunggu laporan lengkap dari Kapolres Paniai.

“Kasus itu masih belum ada konfirmasi jelas dari Kapolres. Namun kejadian itu diduga terjadi pada Jumat malam,” kata Kombes Pol A.M. Kamal, Sabtu siang (16/05).

Menurut Kabid Humas Polda Papua, hingga kini Kapolres Paniai belum dapat dihubungi. Ia menduga Kapolres kini sedang menuju lokasi kejadian untuk memastikan informasi tesebut.

“Jarak antara Pospol 99 dan Polres Paniai harus di tempuh dengan menggunakan helikopter dan saat ini Kapolres sedang menuju tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Dikutip dari pemberitaan Kantor Berita Antara, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membenarkan kejadian penyerangan Pos Polisi tersebut. Akan tetapi Kapolda Papua belum dapat memastikan siapa kelompok penyerang. 

Menurut Kapolda Papua, kini anggota polisi yang terluka sedang diupayakan dievakuasi untuk mendapat perawatan. Kapolda Papua berenca turun ke Tempat Kejadian Perkara atau TKP pada Minggu (17/05).

Informasi yang dihimpun Metro Merauke, ketika sekelompok orang tak dikenal menyerang Pos Polisi 99, hanya ada seorang anggota yang berjaga di pos.

Tiga anggota polisi lainnya saat itu sedang rapat bersama masyarakat dan para pengusaha tambang, kios dan pihak terkait lain di salah satu rumah warga. (Arjuna/Redaksi) 


Tinggalkan Balasan