Usai Panen di Atas Lahan 25 Hektar, Romanus Mbaraka: Saya Pastikan 50-60 Ton Beras Didapatkan

Romanus Mbaraka saat berada di gudangnya untuk melihat tumpukan gabah usai panen | LKF

Metro Merauke – Kurang lebih satu minggu, Drs. Romanus Mbaraka, MT melakukan panen padi di atas lahan miliknya seluas 25 hektar di Kampung Sarsang, Distrik Tanah Miring. Proses panen menggunakan harvester combine, sehingga berlangsung cepat.

Usai melakukan panen, kini proses pengeringan gabah sedang dilangsungkan dan akan berlangsung selama kurang lebih sebulan.

Saat ditemui dikediamannya, Selasa (12/5), Romanus Mbaraka yang juga mantan Bupati Merauke periode 2011-2016 itu menjelaskan, secara umum, satu hektar, gabah yang didapatkan berkisar antara 6-8 ton.

Jadi, kata dia, bisa dikalkulasikan sendiri berapa ton gabah didapatkan dari 25 hektar lahan yang diolah.

“Puji Tuhan, panen kali ini cukup baik. Karena di setiap bulir padi yang saya hitung, rata-rata 300 bulir tiap tangkainya,” ujar Romanus.

Lebih lanjut dikatakan, pengeringan juga tak mengalami kendala. Karena terdapat alat test kadar air dalam gabah. “Lalu saya memiliki gudang sendiri dengan kapasitas sekitar 3.000 ton, sehingga proses penyimpanan serta pengeringan gabah tak mengalami kendala serius,” katanya.

Ditambahkan, setelah pengeringan dilakukan, tentunya dilanjutkan dengan penggilingan. “Saya memastikan sekitar 50-60 ton beras akan saya dapatkan,” katanya.

Menyangkut penjualan, Romanus mengaku, selain ke Bulog Merauke, juga ke sejumlah mitra kerjanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan