Kecelakaan Pesawat Milik MAF, Duka Orang Papua

Proses Evakuasi Pesawat Cessan yang Jatuh di Danau Sentani - Engel Wally

Metro Merauke – Anggota DPR Papua, Natan Pahabol menyatakan kecelakaan pesawat jenis cessna milik Mission Aviation Fellowship atau MAF merupakan duka bagi orang Papua.

Pesawat jenis cessna dengan nomor registrasi PK MEC tipe Kodia 100, milik MAF jatuh di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Selasa (12/05) sekitar jam 06.29 WIT.

Pesawat yang dipiloti warga negara Amerika, Joyce Lin (40 tahun) lepas landas dari Bandara Sentani dengan tujuan Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara.

Pesawat tanpa penumpang, dan hanya memuat cargo tersebut jatuh dan tenggelam ke kedalam 13 meter, setelah lepas landas sekitar jam 06.27 WIT.

Natan Pahabol mengungkapkan rasa duka mendalam atas kecelakaan pesawat milik MAF, yang menyebabkan pilot pesawat meninggal dunia.

“Bagi orang asli Papua di wilayah pegunung,  di rawah dan di pedalaman Papua merasa kecelakaan ini seperti [menimpa] anak atau kerabat terdekatnya,” kata Natan Pahabol.

Menurutnya, awal kehadiran penerbangan MAF ke tanah Papua dengan misi pelayanan. Misi mulia ini untuk menjangkau daerah terisolir. Dan misi ini terbukti memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pelayanan pekabaran injil, kesehatan, pendidikan, sosial bahkan pemerintahan di daerah pedalaman Papua.

Karenanya, masyarakat di pedalaman Papua merasa MAF dengan misinya selalu ada di hati, dan memberi pelayanan terbaik.

“Banyak orang yang mendengar berita kecelakaan ini terkejut, heran dan sedih. Sebab selama ini MAF selalu teliti dan mengikuti SOP penerbangan yang layak dan benar,” ujarnya.

Katanya, ditengah pandemi Covid-19 kini  kehadiran pesawat milik MAF sangat berarti terhadap akses ke pedalaman Papua. Dengan kejadian kecelakaan ini, pihak MAF dipastikan akan mengevaluasi pelayanan penerbangan agar lebih efektif.

“Kami berdoa, semoga Tuhan menguatkan keluarga pilot yang meninggal dan pihak MAF. Semua ini terjadi karena kehendak Tuhan. Pihak MAF tetap menguatkan hati untuk terus melayani. MAF akan tetap di hati orang di pedalaman,” ucapnya. (Arjuna/Redaksi) 

 

Tinggalkan Balasan