081344567070 metromerauke@gmail.com

Tewasnya Korban Kristoforus Yohanes di Gudang Arang Masih Misterius

Aparat kepolisian masih berjaga-jaga di daerah Gudang Arang | IST

Metro Merauke – Kasus tewasnya Kristoforus Yohanes B akibat luka bacok  di dada bagian kiri, kini masih misterius. Karena  dari penyelidikan yang dilakukan Polres Merauke, belum mengarah kepada siapa sesungguhnya pelaku.

Korban ditemukan tewas tak jauh dari deker di Gudang Arang, Kelurahan Maro, Kamis dini hari (7/5) sekitar pukul 01.00 Waktu Indonesia Timur (WIT).

Kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya Jumat (8/5), Kasubag Humas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Arifin  menjelaskan, proses penyelidikan sedang berjalan dan belum diketahui apakah ada keterkaitan pengeroyokan atau tidak  oleh empat orang terhadap salah seorang warga setempat atas nama Yohanes.

Dikatakan, secara bersamaan pada malam itu, Yohanes bersama Saguni sedang duduk meneguk minuman local (milo) jenis sopi. Oleh karena sopinya habis, Yohanes pergi membeli lagi dengan menggunakan sepeda motor.

Saat pulang, lanjut Kasubag, dihadang empat orang di deker Gudang Arang dan dipukul, lalu motor ikut dirusaki. “Dia (Yohanes;red) pergi dan memberitahukan kepada temannya Saguni,” katanya.

“Beberapa saat kemudian, keduanya datang dengan membawa arit untuk menemui empat pelaku di deker. Saat tiba, mereka diserang dan Saguni melompat dan lari. Sementara rekannya memilih tak melarikan diri,” ujarnya.

“Senjata tajam (arit) yang dibawa terjatuh ke aspal. Korban Yohanes melarikan diri ke rumah Ketua RT setempat melindungi diri. Mengetahui itu, RT menyuruh keempat pelaku untuk pulang,” ungkapnya.

Dijelaskan, sejauh ini Polres Merauke belum menetapkan tersangka pembunuhan Kristoforus Yohanes B. “Kita belum tahu apakah empat orang itu, termasuk juga dengan korban. Karena belum ada saksi yang melihat secara langsung,” katanya.

Sejauh ini, empat pelaku yang mengejar Yohanes hingga ke rumah Ketua RT masih dicari tahu keberadaan mereka. Sehingga  belum dapat diambil keterangan.

“Tetapi dari keterangan Yohanes di penyidik Polres Merauke, dia hanya mengetahui empat orang tersebut. Sedangkan korban yang meninggal, ia tidak tahu,” ungkapnya.

“Jadi saya belum bisa memastikan apakah ada keterkaitan tewasnya korban dengan empat orang itu atau tidak. Nanti dilihat dalam pengembangan penyelidikan beberapa hari kedepan,” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri