Status Tanggap Darurat Covid-19 di Papua Diperpanjang Empat Pekan

Metro Merauke – Pemerintah Provinsi Papua memperpanjang masa status tanggap darurat pencegahan dan penanganan Covid-19 di wilayah pemerintahannya selama empat pekan ke depan.

Perpanjangan masa tanggap darurat penanganan dan pencegahan Covid-19 di Provinsi Papua diputuskan dalam rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda pada Selasa petang (5/5/2020).

Menurut Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengatakan masa tanggap darurat pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Papua yang akan berakhir, 6 Mei 2020 diperpanjang hingga 4 Juni 2020. Perpanjangan status tanggap darurat di Provinsi Papua diberlakukan terhitung, 7 Mei 2020.

“Dengan ini menyatakan memperpanjang status tanggap darurat pencegahan dan penanganan Covid-19 di Provinsi Papua selama 28 hari, dua kali masa incubasi covid-19,” kata Klemen Tinal.

Katanya, salah satu pertimbangan perpanjangan masa tanggal darurat penanganan dan pencegahan Covid-19 di Papua, yakni epidmilogi kasua Covid-19 yang masih tinggi di provinsi paling Timur Indonesia itu.

Selama perpanjangan masa tanggap darurat pencegahan dan penanganan Covid-19, Pemprov Papua tetap memberlakukan pembatasan sosial. Akses pelabuhan dan bandara udara untuk pelayaran dan penerbangan penumpang dari dan ke Papua ditutup hingga 4 Juni 2020.

Selain itu Pemprov Papua juga tetap memberlakukan bekerja dan belajar dilakukan di rumah, aktivitas warga di luar rumah masih dibatasi. Warga hanya diperkenankan beraktivitas di luar rumah mulai jam 06.00 WIT hingga jam 14.00 WIT.

Hingga Selasa (5/5/2020), Satgas Penanganan Covid-19 Papua mencatat, jumlah kasus positif Covid-19 Papua secara akumulatif sebanyak 247 atau terjadi penambahan tujuh kasus baru. Empat kasus baru ditemukan di Kabupaten Mimika, dua kasus baru di Kota Jayapura dan satu kasus di Kabupaten Bovendigul. (Arjuna/Redaksi)

Tinggalkan Balasan