Manajemen Freeport Didesak Prioritaskan Kesehatan Pekerja

Metro Merauke – Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SP-KEP), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Mimika, Papua mendesak manajemen PT Freeport Indonesia memprioritaskan kondisi kesehatan karyawannya.

Desakan itu disampaikan Ketua SP-KEP SPSI Kabupaten Mimika, Aser Gobay menyusul 51 pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia dinyatakan positif terpapar Covid-19 atau virus korona.

Menurut Aser Gobay, ditengah pandemi korona kini, kondisi kesehatan pekerja juga keluarganya lebih penting daripada hasil produksi perusahaan.

“Produksi itu mesti dinomor duakan dalam situasi seperti sekarang ini. Saya berharap karyawan diliburkan sementara waktu,” kata Aser Gobay kepada Metro Merauke.

Katanya, meski telah ada karyawan PT Freeport yang dinyatakan positif terpapar korona, namun aktivitas di lokasi penambangan tambang emas dan tembaga itu tetap seperti biasa. Belum ada kebijakan pembatasan waktu kerja atau meliburkan sementara para karyawan.

“Hanya kebijakan situasional yang sedang jalan di lapangan. Seharusnya perusahaan yang sehat memperhatikan kesejahteraan, kesehatan dan keselamatan karyawannya,” ujarnya.

Mestinya lanjut Aser Gobay, pihak manajemen, duduk bersama serikat pekerja membicarakan dan menyepakati seperti apa kebijakan perusahaan terkait pengaturan waktu kerja untuk karyawannya di tengah pandemi Covid-19 kini.

Ia khawatir, jika tak ada pembatasan waktu kerja, kasus positif Covid-19 di kalangan karyawan PT Freeport Indonesia akan terus bertambah.

“Kalaupun [perusahaan] berproduksi, kan di negara tujuan pengiriman masih lockdown. Ini perlu pertimbangan juga oleh manajemen,” ucapnya.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal menyatakan dari 87 kasus positif korona di Kabupaten Mimika, sebanyak 51 persen di antaranya ditemukan di Distrik Tembagapura yang merupakan areal penambangan PT Freeport Indonesia. Pemprov Papua meminta manajemen PT Freeport Indonesia segera mengadakan tes cepat terhadap seluruh pekerjanya.

“Pemprov Papua akan segera memanggil perwakilan manajemen PT Freeport Indonesia di Jayapura, meminta manajemen PT Freeport melaporkan perkembangan penanganan dan situasi terkini kasus korona di wilayah operasional PT Freeport,” kata Klemen Tinal.

Wakil Gubernur Papua meminta PT Freeport Indonesia mentaati protokoler keselamatan Covid-19 yang dibuat Pemprov Papua. Meski PT Freeport merupakan perusahaan berskala internasional, namun mesti taat terhadap aturan pemerintah di Indonesia. (Arjuna/Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan