081344567070 metromerauke@gmail.com

Ketika Romanus Mbaraka Mulai Memanen Padi Dilahannya Seluas 25 Hektar

Gabah yang sudah dipanen dan dimasukan dalam karung. Tampak Romanus Mbaraka sedang duduk di atas tumpukan gabah miliknya | LKF

Metro Merauke – Mandi keringat dan mandi lumpur. Itulah keseharian yang dilakukan Romanus Mbaraka, mantan Bupati Merauke periode 2011-2016 ketika datang musim tanam hingga panen.

Waktu dihabiskan bersama sejumlah ‘pasukannya’ di tengah sawah   mengola lahan untuk ditanami padi, hingga merawat sampai melakukan  panen.

Meskipun memiliki ‘segala-galanya’ termasuk keempat buah hatinya (anak-anak) yang telah berhasil dalam dunia pendidikan, namun profesi sebagai petani tetap dijalankan. Setelah tak menjabat lagi  sebagai Bupati Merauke, iapun  lebih memilih bertani, ketimpang jalan-jalan keluar daerah.

Setiap tahun, saat datang musim tanam, Romanus Mbaraka pasti selalu berada di kebun miliknya tepat di Kampung Sarsang, Distrik Tanah Miring. Kebiasaannya itu mengakar hingga sekarang.

Luasan lahan miliknya adalah 50 hektar lebih. Untuk tahun ini, hanya dibuka sekitar 25 hektar.

Saat bincang-bincang dengan Metro Merauke dikediamannya Jumat (1/5), Romanus Mbaraka mengatakan,  “Kali ini saya tidak garap seluruhnya. Hanya sektar 25 hektar dari total 50 hektar.”

Hasil panen tahun ini, menurutnya, jauh lebih baik. “Ya kalau saya hitung-hitung, satu hektar saya bisa mendapatkan sekitar 8 ton gabah,” ungkapnya.

Dikatakan, kegiatan panen gabah masih sedang berjalan sekarang. Proses panen  berjalan cepat, karena semua menggunakan peralatan. Hitung-hitungan dalam seminggu, 25 hektar bisa dipanen semuanya.

Ditanya rencana penjualan gabah maupun beras nanti, Romanus mengaku selain  ke Bulog Merauke melalui para mitra kerja, juga akan dijual bebas kemana saja ketika  ada pesanan. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri