Akhirnya Bulog Merauke Tetap Beli Beras dan Gabah Petani

Kepala Bulog Sub Divre Merauke, Djabiruddin

Metro Merauke – Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) Sub Divre Merauke, Djabiruddin bersuara setelah adanya video-conference Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog RI,  bersama pimpinan wilayah  di seluruh Indonesia termasuk Papua  beberap hari lalu.

Dalam video-conference itu, Dirut menyampaikan Bulog tetap membeli beras petani dan juga gabah. Keputusan dimaksud segera disampaikan ke masing-masing kepala cabang.

“Jadi pada Rabu 29 April 2020 sekitar pukul 15.00 WP, pimpinan wilayah di Jayapura melakukan video-conference dengan saya  sekaligus menyampaikan keputusan Dirut Bulog RI bahwa kami tetap menyerap beras dan gabah dari petani,” ungkap Kabulog melalui telpon selulernya Jumat (1/5).

Dikatakan, setelah mendapatkan instruksi dari pimpinan di Jayapura, pihaknya mengundang semua mitra dan perwakilan kelompok tani pada Kamis kemarin sekaligus menyampaikan dan menyosialisasikan bahwa Bulog Merauke membeli beras dan juga gabah seperti biasa.

“Saya juga telah minta kepada para mitra melakukan sosialisasi ke petani di kampung-kampung terkait adanya instruksi dimaksud, agar dapat diketahui,” ujarnya.

Untuk harga, menurutnya, tetap mengacu kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag). Dimana gabah Rp 5.300/kg (itu sudah masuk dalam gudang bulog) dengan persyaratan kadar air 14 persen dan hampa kotoran 3 persen.

Sedangkan beras, menurutnya, Rp 8.300 (sudah dalam gudang bulog) dengan persyarakatan kadar air 14 persen, broken patah 20 persen dan menir kecil 2 persen.

Khusus harga di tingkat petani yang dibeli mitra, Kabulog mengaku pihaknya tak bisa berbicara sampai kesana. “Tetapi bahwa kalau ada harga tak sesuai dibeli mitra di petani, Bulog siap membeli secara langsung, karena ada satker siap bekerja. Dimana kami siap turun melakukan pembelian secara langsung,” ungkapnya.

Jadi, jelas Kabulog, tak ada harga standard pembelian beras dari bulog di tingkat petani. Standard tersebut telah diatur Kemendag.

Khusus gabah, sudah ada harga standard disampaikan. Dimana Rp 5.300 telah masuk gudang bulog. Sedangkan pembelian di tingkat petani Rp 4.200 dan kalau di tingkat penggilingan Rp 5.250/kg.

Ditanya jangan sampai dalam perjalanan, lebih banyak petani menjual beras, Kabulog mengatakan, tidak jadi masalah. “Justru kita harapkan beras petani diserap sebanyak-banyaknya sesuai kualitas yang telah ditentukan. Semakin banyak masuk di gudang, lebih bagus. Karena Bulog Merauke melayani juga Papua dan Papua Barat,” ujarnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan