100 Ton Gabah Kering Telah Masuk di Gudang Bulog Merauke

Gabah yang telah masuk di gudang Bulog Sub Divre Merauke | IST

Metro Merauke – Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) Sub Divre Merauke, Djabiruddin mengungkapkan, instruksi penyerapan gabah kering dari pusat  telah berlaku sejak 20 Maret 2020 .

Dengan instruksi dari kantor pusat tersebut, kini Bulog Merauke telah menyerap gabah kering sebanyak 100 ton dari petani melalui mitra kerja yang ada.

Hal itu disampaikan Djabiruddin  saat dihubungi melalui telpon selulernya Selasa (28/4).  Menurutnya, untuk pembelian gabah kering panen (GKP) dari petani  Rp 4.200/kg. Sedangkan gabah kering giling (GKG) di tempat penggilingan Rp 5.250/kg.  Lalu kalau sudah dalam gudang Rp 5.300/kg.

Pembelian gabah, menurutnya, harus memenuhi persyaratan yakni kadar air 14 persen dan hampah kotoran 3 persen. Jika tak memenuhi, akan dikembalikan untuk diperbaiki terlebih dahulu.

“Memang kita tidak hanya membeli gabah dari para mitra, tetapi juga untuk perorangan maupun gapoktan,  tetapi harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” pintanya.

Menyangkit pro kontra pembelian gabah kering, dia mengaku itu adalah kebijakan pusat. “Kami di daerah hanya menjalankan apa yang menjadi instruksi dari atas,” ujarnya.

Dikatakan, jika gabah sudah banyak di gudang bulog, tentunya akan dilakukan penggilingan melalui para mitra. “Kami menanggung jasa gilingan 1,5 persen, lalu juga biaya buruh saat mengangkut,” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan