Warga Diingatkan Tak Menstigma Pasien Covid-19

Metro Merauke – Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule meminta warga tidak berpandangan negatif atau menstigma pasien Covid-19.

Pernyataan itu dikatakan dr. Silwanus Sumule dalam keterangan persnya, Kamis petang (16/04).

Menurutnya, jangan beranggapan jika seseorang dinyatakan positif Covid-19, hidupnya akan berakhir.

“Jangan ada stigma dalam masyarakat menyangkut Covid ini. Kita harus bergandengan tangan menyelesaikan masalah ini. Saya jaga ko, ko jaga saya, kitorang semua selamat,” kata dr. Silwanus Sumule.

Katanya, sebenarnya dalam tubuh orang positif Covid mulai dibentuk kekebalan, yang harus butuh waktu 14 hingga 28 hari agar kekebalan itu menetap di dalam dirinya. Keberadaan virus korona atau Covid-19 dalam tubuh seseorang, hampir sama dengan imunisasi terhadap anak.

Ketika anak diimunisasi, yang disuntikkan ke dalam tubuhnya adalah virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, dengan tujuan agar anak tersebut memiliki kekebalan tubuh.

“Dengan demikian besok kalau kena penyakit yang sama, misalnya faksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Besok kalau kena TBC (Tuberkulosis), dalam tubuhnya sudah ada tentara untuk membunuh TBC tersebut,” ujarnya.

Akan tetapi lanjutnya, yang mesti dilakukan adalah orang terinfeksi (positif Covid-19) jangan menukarkan kepada orang lain. Untuk itulah pemerintah meminta agar melakukan sosial distancing, physcal distancing karena di dalam tubuh orang tersebut ada virus yang dapat ditularkan kepada orang lain.

“Ketika punya riwat kontak dengan orang lain jangan malu untuk menyampaikan. Nanti petugas kesehatan akan melakukan tes. Kalau hasil tes awal anda (rapid test) positif, maka kita akan lanjutkan dengan tes polymerase chain reaction (PCR). Kalau anda ternyata positif jangan takut. Anda bisa mengisolasi diri atau anda kita rawat di rumah sakit,” ucapnya. (Arjuna/Redaksi)

Tinggalkan Balasan