Warga Diingatkan Tak Memasuki Wilayah Perang KKB di Mimika

Metro Merauke – Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengingatkan warga Kabupaten Mimika agar tak memasuki wilayah Tembagapura.

Warga dilarang memasuki areal tersebut karena kelompok kriminal bersenjata atau KKB sering melancarkan aksinya di daerah tersebut.

Pesan itu disampaikan Kapolda Papua usai bersama Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab dan Kepala Badan Intelijen Daerah Papua, Brigadir Jenderal TNI Abdul Haris Napoleon meninjau Pos Pam Terpadu TNI/Polri di Area PT Freeport Indonesia, di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika pada Rabu (15/04).

Menurut Kapolda Papua, sejak awal para tokoh di Kabupaten Mimika telah mengimbau warga sipil agar tak memasuki daerah Tembagapura dan Kuala Kencana. Areal Tembagapura dan Kuala Kencana disebut merupakan wilayah perang KKB.

“Saya harap, masyarakat sipil jangan memasuki daerah tersebut karena merupakan wilayah perang KKB,” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Menurut Kapolda Papua, wilayah tersebut juga diduga dijadikan jalur perlintasan, untuk memasok bahan makanan kepada KKB di wilayah Mimika.

Akan tetapi beberapa waktu lalu, tim gabungan TNI/Polri berhasil melumpuhkan seorang berinisial PK. Dari penyelidikan, PK diduga merupakan eksekutor terhadap karyawan PT Freeport Indonesia asal Selandia Baru, yang meninggal dunia ditembak KKB, saat kelompok itu menyerang area perkantoran PT Freeport belum lama ini.

“Kami [juga] sudah mengamankan seorang security yang memang terdapat relefansi akan memperjuangan kelompok ini, dengan mengumpulkan berbagai data. [Data itu] yang kemudian akan dikirimkan ke saudaranya di Vanuatu, dan diteruskan lagi ke saudara perempuannya di Australia,” ujarnya.

Kapolda Papua juga memastikan, beberapa senjata api dan amunisi (milik aparat keamanan) yang pernah dirampas KKB, telah berhasil diambil kembali oleh Satuan Tugas TNI/Polri.

“Kepolisian akan terus melakukan upaya-upaya penindakan terhadap pergerakan dari KKB,” ujarnya. (Arjuna/Redaksi)

 

 

Tinggalkan Balasan