Dokter dan Tenaga Kesehatan di Papua Positif Covid-19

Metro Merauke – Perjuangan tenaga kesehatan di Papua memerangi penyebaran virus corona atau Covid-19 mendapat tantangan. Sebanyak empat tenaga kesehatan di Papua kini dinyatakan positif Covid-19.

Keempat tenaga kesehatan yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, di antaranya seorang dokter, dua orang tenaga medis dan seorang tenaga laboratorium, karena berhadapan langsung dengan pasien positif Covid-19.

Pernyataan itu dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule dalam keterangan persnya, Sabtu malam (11/04).

“Keempat tenaga kesehatan ini semua dalam kondisi baik. Kami sementara melakukan isolasi dan mereka dalam kondisi sakit ringan hingga sakit sedang. Ada [juga] satu kasus bayi usia enam bulan yang positif [Covid-19],” kata dr. Silwanus Sumule.

Hingga Sabtu malam, data Satgas Penanganan Covid-19 Papua mencatat, kasus pasien positif Covid-19 di Bumi Cenderawasih secara akumulatif sebanyak 61 orang. Sebanyak 45 orang di antaranya masih dalam perawatan, sembilan orang dinyatakan sembuh dan tujuh pasien meninggal dunia.

Penyebaran puluhan pasien positif Covid-19 di Papua itu berada di enam daerah, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, Kabupaten Merauke, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi.

Di Kota Jayapura terdapat sebanyak sebanyak 22 pasien, 16 di antaranya masih dalam perawatan, tiga pasien telah sembuh dan tiga lainnya meninggal dunia.

Sementara itu, di Kabupaten Mimika terdapat 19 pasien positif Covid-19. Sebanyak 13 pasien dalam perawatan, tiga pasien telah sembuh dan tiga lainnya meninggal dunia.

Untuk Kabupaten Jayapura terdapat 10 pasien positif Covid-19. Sembilan orang dalam perawatan, dan satu pasien meninggal dunia.

“Di Kabupaten Merauke ada enam kasus positif. Tiga pasien dalam perawatan dan tiga lainnya telah sembuh,” ujar dr.Silwanus Sumule.

Di Kabupaten Sarmi terdapat tiga pasien positif dalam perawatan. Akan tetapi karena rumah sakit di wilayah itu belum mampu menangani pasien Covid-19, sehingga dua pasien dirujuk ke Kota Jayapura. Sementara itu, di Kabupaten Keerom terdapat satu pasien positif Covid-19 dalam perawatan.

“Jumlah pasien dalam pengawasan [di Papua sebanyak] 59  orang dan orang dalam pengawasan sebanyak 3.143 atau terjadi peningkatan 156 orang dari jumlah semula 3.087 orang,” ucapnya.

Satgas Penanganan Covid-19 Papua mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan pendemi Covid-19. Masyarakat disebut garda terdepan memutus mata rantai penyebaran, dan petugas kesehatan adalah pertahanan terakhir.

“Kalau [ada masyarakat] punya riwat kontak dengan pasien positif, mohon memeriksakan diri. Kalau tidak punya riwat kontak jangan terinfeksi. Ikuti protokol-protokol yang dikeluarkan oleh pemerintah,” ucapnya. (Arjuna/Redaksi)

 

 

Tinggalkan Balasan