DPR Papua Minta Satgas Tindak Tegas Pedagang yang Naikkan Harga Bapok

Metro Merauke – Komisi II DPR Papua bidang perekonomi, perdagangan dan perindustrian DPR Papua meminta Satuan Tugas atau Satgas Pangan Provinsi Papua menindak tegas oknum-oknum pedagang yang menaikkan harga kebutuhan pokok (bapok) secara tidak wajar, di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 kini.

Permintaan itu disampaikan anggota komisi II DPR Papua, Mustakim usai melakukan inspeksi mendadak atau sidak bersama Satgas Pangan Provinsi Papua di pasar tradisonal Hamadi, Kota Jayapura pada Selasa (07/04).

Kata Mustakim, pihaknya melakukan sidak ke pasar tradisional di Kota Jayapura, lantaran adanya keluhan warga terkait naiknya sejumlah kebutuhan pokok melebihi ambang batas normal. Misalnya harga satu rak telur yang pada hari biasa berkisar Rp 65 ribu, kini meroket dikisaran harga Rp 85 ribu-Rp 95 ribu.

“Tadi kami dengar sendiri dari masyarakat ada pedagang yang menjual satu rak terlur dengan harga Rp 100 ribu.  Inikan harganya sudah tidak wajar, meski sesuai pantauan kami, terjadi kelangkaan telur dalam dua pekan terakhir,” kata Mustakim usai sidak.

Ia mengimbau para distributor dan pengecer tidak memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 mendapat keuntungan berlipat. Menjual sejumlah komoditi pokok melebihi ambang batas normal. Apa yang terjadi kini merupakan bencana global. Dialami semua masyarakat di berbagai negara.

“Kami sudah meminta Satgas Pangan yang merupakan gabungan tim Polda Papua dan instansi terkiat menindak tegas, jika masih ada pedagang yang mengambil keuntungan lebih dari situasi kini. Tidak boleh ada kompromi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Pangan Provinsi Papua Ricko Taruna mengakui pedagang telah terlebih dahulu mengetahui jika pihaknya akan menggelar sidak.

Akan tetapi menurut, Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Papua itu, setidaknya kehadiran pihaknya di pasar tradisional di Kota Jayapura menjadi peringatan kepada para pedagang, terutama yang berniat memanfaatkan situasi mendapat keutungan lebih.

“Kami juga akan melakukan pengecek langsung ke distributor. Situasi yang terjadi kinin merupakan masalah global. Jangan mencari keuntungan yang tidak wajar di atas penderitaan orang lain,” kata Ricko Taruna.

Ricko Taruna menegaskan, jika upaya persuasif dan preventif yang dikedepankan pihaknya tidak diindahkan para pedagang, Satgas Pangan Provinsi Papua pihaknya akan mengambil tindakan hukum.

“Tindakan hukumnya seperti apa, ada bagian-bagiannya. Tidak hanya pengecer, juga para distributor. Apabila melanggar ketentuan, pasti kami melakukan penindakan hukum,” ujarnya. (Arjuna/Redaksi)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan