Hasil Rapid Test 54 Penumpang Lion Air di Merauke, Satu Terindikasi Positif Covid-19

Metro Merauke – Seorang penumpang wanita, dari 110 orang yang mengikuti penerbangan pesawat Lion Air dari Jayapura ke Merauke pada tanggal 24 Maret 2020, berdasarkan hasil rapid test, terindikasi positif corona (Covid-19).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Papua, dr. Nevil Muskita dalam jumpa pers di posco covid-19, Kantor Bupati Merauke, Senin (6/4) mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 54 orang telah datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke dan melakukan rapid test (pemeriksaan cepat).

Setelah pemeriksaan cepat, seorang wanita, dinyatakan terindikasi atau terduga positif covid-19. Sejauh ini, yang bersangkutan belum ditetapkan pasien dalam pengawasan (PDP), namun tetap dalam pemantauan.

Saat diatas pesawat, penumpang tersebut duduk di kursi nomor 12. Sementara pasien suami isteri yang sebelumnya dipastikan positif covid-19 dan sedang dirawat di RSUD Merauke, berada di kursi nomor 2 A dan 2 B.

“Nanti tenaga medis akan mengambil sampel darah dari penumpang itu untuk dikirim ke Balitbangkes Jayapura guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena rapid test hanya untuk screening awal,” kata dr. Nevil Muskita.

Lebih lanjut Nevil menjelaskan, rapid test terus dilakukan terhadap sisa penumpang lain. “Tadi juga kami ke Hotel Asmat dan membicarakan bersama pengelola. Karena akan disiapkan kamar-kamar,” ujarnya.

Nantinya, jelas Nevil, setelah pemeriksaan cepat (Rapid test) dan ada yang positif, dikarantinakan di Hotel Asmat. Selanjutnya akan dijaga ketat aparat keamanan, agar mereka tidak bebas keluar.

“Sudah pasti sampel darahnya diambil. Dikirim ke Balitbangkes Jayapura guna diteliti lebih lanjut. Kami berharap sisa penumpang yang belum datang ke rumah sakit, dengan kesadaran sendiri datang,” pintanya.

Ditambahkan, langkah karantina dilakukan, agar lebih memudahkan dalam pengawasan. Kalau mereka mengisolasi diri di rumah, belum tentu betah tinggal.

“Perlu juga saya sampaikan bahwa dengan rapid test, telah ada indikasi awal kemungkinan terinfeksi covid-19,” ungkapnya. (LKF)

2 Komentar

  • “Setelah pemeriksaan cepat, satu orang berjenis kelamin perempuan positif covid-19. Sejauh ini bersangkutan belum ditetapkan pasien dalam pengawasan (PDP), lantaran kondisinya masih baik , tetapi tetap dalam pemantauan.”

    Maksudnya apa ini?
    Coba redaksinya diperhatikan baik.
    Lagi pula positif rapid tes bukan berarti positif covid 19. Masih perlu pemeriksaan lebih lanjut ke Jayapura. Tolong beritanya tidak diplesetkan.

    • Sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, Anda berhak mengoreksi isi sebuah pemberitaan. Namun, harus sopan dong. Mencak-mencak gitu, kayak itu media kamu saja. Yang sopan bos. Pakai kalimat yang baik, bila perlu, ngirim surat ke redaksinya, bilang, kalau kalimatnya keliru.

Tinggalkan Balasan