081344567070 metromerauke@gmail.com

Suami Isteri Positif Covid-19, Nevil: 71 Penumpang Lion Air Masuk OTG

Sekretaris Dinkes Merauke, dr. Nevil Muskita berikan keterangan | LKF

Metro Merauke – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Papua, dr. Nevil Muskita kembali merilis dua orang (pasangan suami isteri) yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, positif covid-19.

“Kedua pasien tersebut pulang dari Timika, mengikuti penguburan salah seorang keluarganya. Saya juga mengklarifikasi bahwa keduanya bukan dengan KM Tatamailau saat kembali, tetapi dengan pesawat Lion Air,” ungkap Nevil saat jumpa pers, Sabtu (4/4).

Dikatakan, keduanya terbang dengan pesawat dari Timika tanggal 23 Maret 2020. Lalu semalam menginap bersama keluarganya di Waena, Jayapura. Keesokan hari tanggal 24 Maret, mereka terbang dengan pesawat Lion Air ke Merauke.

Dikatakan, dari data yang didapatkan, terdapat 71 orang menumpang pesawat Lion Air tujuan Merauke. Semuanya sudah masuk dalam orang tanpa gejala (OTG) yang diidentifikasi dan dalam pemantauan tenaga medis.

“Tenaga medis kami memantau, sehingga ketika ada gejala demam, batuk maupun pilek, agar segera ke puskesmas maupun RSUD Merauke,” pintanya.

Dikatakan, indikasi orang  meninggal di Timika setelah mengikuti kegiatan di Lembang. “Betul bahwa kedua pasien positif covid-19 (suami isteri) itu  masih keluarga dengan orang itu, sehingga mengikuti pemakaman,” ungkapnya.

“Kami mendapatkan informasi juga kalau yang meninggal di Timika teridentifikasi covid-19. Bahkan didapatkan kabar jika orang yang memandikan jenazah, sudah positif covid-19,” katanya.

Ditambahkan, saat ini terdapat empat PDP yang menjalani perawatan di RSUD Merauke, dua diantaranya positif covid-19. “Kalau pasien terakhir, masuk dua hari lalu setelah ada gejala batuk, pilek,” ungkapnya.

“Informasi yang kami dapatkan, dia baru dari Yogyakarta dan selama ini bekerja di salah satu perusahan di Bupul I,” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri