Belum Lengkapi Dokumen MSDS, Pengiriman Spesimen Pasien Dalam Pemantauan ke Jakarta Ditolak Maskapai 

Sekretaris Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevil Muskita | Foto dok.

Metro Merauke – Untuk memastikan kondisi pasien dalam pemantauan yang dicurigai covid-19 dan tengah dirawat di RSUD Merauke, perlu dilakukan pengiriman spesimen pasien tersebut untuk diperiksa di Balitbangkes, Jakarta.

Dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Merauke, dr Nevil Muskita, sayangnya pengiriman spesimen pasien dalam pemantauan dari Merauke pada hari ini, Minggu (16/3) batal. Menyusul adanya penolakan dari pihak maskapai.

“Benar, pengiriman spesimen ditolak. Karena alasannya belum dilengkapi dokumen Material Safety Data Sheet (MSDS),” katanya kepada Metro Merauke, Minggu (15/3).

Untuk itu, pihaknya masih perlu melengkapi kekurangan dokumen dimaksud, agar pengiriman spesimen ke Balitbangkes dapat segera dilakukan dan tidak terhambat.

“Sesuai ketentuan dokumen MSDS harus di serahkan sehari sebelum keberangkatan. Sehingga, Senin besok kita akan buat dan serahkan ke pihak maskapai. Kemudian Selasa (17/3) diharapkan bisa terkirim,” terangnya.

Menurut Nevil Muskita, dalam proses pengiriman spesimen pasien dalam pengawasan yang dicurigai covid-19, bersama Kantor Karantina Pelabuhan sepakat bahwa, RSUD yang menyiapkan sampel untuk dipacking sesuai SOP, kemudian diambil oleh KKP dan dibawa ke bandara untuk dikirim ke Jakarta.

“Surat permohonan pemeriksaan ke Balitbangkes yang di tandatangani oleh Kadinkes dan formulir yang harus diisi oleh RSUD semuanya di pack bersama sampel yang dikirim dan surat laik kirim yg dikeluarkan KKP.”

Rupannya tak sampai disitu, lanjutnya, dari maskapai membutuhkan adanya dokumen MSDS. “Semuanya sudah lengkap kecuali MSDS. Segera kita lengkapi lalu dikirim,” jelasnya.

Diketahui, saat ini RSUD Merauke tengah merawat satu pasien dalam pengawasan. “Kondisi pasien mulai membaik dan stabil. Pasien dalam pemantauan belum didiaknosa covid-19, karena perlu mengetahui hasil pemeriksaan spesimen dari Bitbangkes.”

Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak resah yang berlebihan. Melainkan yang utama, perlu menjaga kekebalan tubuh dengan hidup sehat. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan