Ganti Rugi Tanah di Lokalisasi Yobar Sekitar Rp 500 juta

Puluhan orang di Lokalisasi Yobar | LKF

Metro Merauke – Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Marind-Imbuti, Hendrikus Hengky Ndiken mengatakan, biaya ganti rugi tanah di Lokalisasi Yobar, Kelurahan Samkai senilai kurang lebih Rp 500 juta.

Dari total tersebut, pembayaran kepada pemilik ulayat, Linus Samkakai sebesar Rp 300 juta lebih. Sedangkan sisa Rp 100 juta lebih, akan diselesaikan pemilik barang dalam dua minggu kedepan.

Baca juga: Tanah di Lokalisasi Yobar Menjadi Hak Milik Pengelola Barak

Hal itu disampaikan Hendrikus kepada Metro Merauke Rabu (11/3). “Memang kemarin sore setelah ritual adat dilakukan, langsung dilakukan transaksi pembayaran. Hanya jumlahnya belum sesuai barak yang ada di dalam lokalisasi,” ungkapnya.

Jumlah barak yang ada, menurutnya, sebanyak 18 unit. Setiap barak, pembayaran bervareasi antara Rp 25 juta sampai Rp 35 juta dengan disesuaikan luasan di dalam.

“Memang baru 13 barak menyelesaikan pembayaran. Sekaligus diberikan surat pelepasan tanah secara adat. Sedangkan lima lainnya, belum diserahkan, karena belum ada pembayaran,” katanya.

“Kita sudah sepakat bersama bahwa kelima barak bersedia membayar dengan batas waktu  dua minggu kedepan. Karena uang mereka belum mencukupi,” ujarnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan