Tanah di Lokalisasi Yobar Menjadi Hak Milik Pengelola Barak

Suasana ritual adat di lokalisasi Yobar | LKF

Metro Merauke – Status tanah di Lokalisasi Yobar, Kelurahan Samkai, Kabupaten Merauke yang selama ini milik Linus Samkakai, telah diserahkan sepenuhnya kepada para pengelola barak.

Penyerahan tersebut ditandai penikaman seekor babi di dalam area lokalisasi yang disaksikan puluhan orang Selasa (10/3). Usai ritual adat, seekor babi bersama atribut adat lain mulai dari pisang, tebu, kelapa dan lain-lain dibawa pemilik ulayat.

Wakil Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Marind, Hendrikus Hengky Ndiken kepada sejumlah wartawan mengatakan, hari ini terjadi pelepasan tanah ulayat dari Linus Samkakai kepada para pengelola di dalam Lokalisasi Yobar.

“Dengan penyerahan yang ditandai penikaman seekor babi, maka status tanah dimaksud menjadi milik para pengelola di Lokalisasi Yobar. Sehingga tak ada yang bisa mengganggu gugat,” tegasnya.

Dikatakan, proses pelepasan tanah itu berlangsung sakral sesuai adat orang Marind.

“Tanah dimaksud akan dikuasai 18 pengelola barak di dalam area Lokalisasi Yobar. Kami juga telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke dan ada itikad baik diselesaikan.  Sehingga hari ini diserahkan Linus kepada pengelola barak,” ungkapnya.

Selain seekor babi ditikam sebagai simbol adat, juga penyerahan uang tali asih kepada Linus Samkakai. Untuk jumlahnya belum dipastikan, lantaran pembayaran disesuaikan luasan dari 18 barak di dalam lokalisasi.

“Jelasnya hari ini penyerahan uang tali asih dilakukan kepada Linus sebagai pemilik tanah,” katanya. (***)

Tinggalkan Balasan