LMA Serukan Penolakan Peredaran Miras di Kabupaten Merauke

Cofee morning di Polres Merauke tadi pagi | LKF

Metro Merauke – Dalam kegiatan cofee morning yang digelar Polres Merauke, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) menyerukan sekaligus meminta kepada semua ethnis agar melakukan penolakan terhadap peredaran minuman keras (miras) berlabel maupun minuman lokal yang diproduksi segelintir orang.

“Kalau hari ini kita hanya datang dan tidak ada komitmen melakukan penolakan peredaran miras di Kabupaten Merauke, maka percuma saja,” tegas Ketua Bidang Ulayat LMA Kabupaten Merauke, Timitius Gedi  Kamis (20/2).

LMA, lanjut dia, telah membuka suara untuk penolakan peredaran miras berlabel maupun milo. Karena tidak memberikan manfaat sama sekali. Justru ketika orang minum dan mabuk, justru akan  meningkatkan angka  kasus kriminalitas.

“Mestinya hari ini kita semua satu hati dan bersepakat menolak miras yang dipasok dari luar dan dijual disini. Juga milo yang diproduksi segelintir orang,” tegasnya.

Disinggung jika miras yang dijual ikut memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD), Timotius menegaskan, masih banyak potensi yang dapat digali pemerintah.

“Alasan tidak masuk akal jika miras menjadi salah satu sumber untuk mendapatkan PAD. Ingat bahwa ketika miras dijual bebas, secara tidak langsung membunuh generasi orang Marind kedepan,” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan