Setelah Ribuan Botol Miras Milik PT SMJ Diamankan, Hary Ndiken: Musnahkan Saja

Intelektual Marind, Harry Ndiken | LKF

Metro Merauke – Salah seorang Intelektual Marind, Harry Ndiken memberikan apresiasi kepada Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW yang telah menyita ribuan botol minuman keras (miras) milik PT SMJ di jalan Trans Papua, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke.

Apresiasi itu disampaikan Harry saat dihubungi melalui telpon selulernya Senin (10/2). “Saya minta kalau sudah diamankan seperti begitu, sebaiknya dimusnahkan saja. Tidak perlu diambil dan dijual. Karena dampaknya sangat besar terhadap masyarakat,” katanya.

Contoh nyatanya, menurut dia, ketika orang mabuk setelah mengkonsumsi minuman keras, banyak kasus kriminalitas dilakukan mulai dari kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan dan lain-lain.

Baca juga: Ribuan Botol Miras Ilegal Diamankan di Jalan Trans Papua

Kabupaten Merauke, lanjut Harry, harus bebas dari miras, sesuai pakta integritas yang telah ditandatangani para bupati.

“Memang selama ini saya mengamati, banyak minuman lokal (sopi) diberantas. Namun miras berlabel dijual di sejumlah tempat dalam wilayah kota,” ujarnya.

Ditanya kalau miras juga mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD), Harry menegaskan, masih banyak sumber lain yang digali untuk bisa menopang sumber pendapatan.

Olehnya, pinta dia, ribuan miras yang telah diamankan, sebaiknya dimusnahkan di tempat dengan mengundang berbagai pihak untuk hadir sekaligus menyaksikan termasuk PT SMJ.

Disinggung lagi kalau pernyataan Pimpinan PT SMJ Merauke, Charles Gomar bahwa ribuan miras itu legal, Harry mengatakan, kalau legal, diambil kembali dan tidak dibawa ke Kabupaten Boven Digoel untuk dijual disana.

“Sebaiknya diambil dan disimpan digudang untuk dilakukan pemusnahan,” pintanya.

Sebelumnya, Pimpinan PT SMJ Merauke, Charles Gomar mengakui jika ribuan botol miras dimaksud adalah milik SMJ. “Saya mempertanyakan alasan dan dasar hukum dilakukan penahanan,” tegasnya.

“Itu adalah minuman legal bercukai. Lalu setiap pergerakan minuman beralkohol selalu disertai dengan administrasi,” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan