081344567070 metromerauke@gmail.com

Puluhan PSK di Lokalisasi Yobar ‘Serbu’ Polres Merauke

Para PSK saat berada di Polres Merauke | LKF

Metro Merauke – Setelah pintu masuk di Lokalisasi Yobar, Kelurahan Samkai, Kabupaten Merauke dipalang dengan cara digembok pemilik ulayat Linus Samkakai, mengakibatkan puluhan pekerja seks komersial (PSK) tidak mendapatkan layanan air bersih maupun kebutuhan hidup sehari-hari.

Oleh karena belum ada respon dari Dinas Sosial Kabupaten Merauke  membicarakan dengan pemilik ulayat, puluhan PSK itu ‘menyerbu’ Polres Merauke. Sekaligus menyampaikan apa yang menjadi kesulitan mereka.

Dari pantauan Metro Merauke Kamis (30/1), para PSK datang  menggunakan mobil maupun sejumlah motor. Kehadiran mereka di polres sempat menjadi perhatian polisi.

Baca juga: Pemilik Ulayat Tuntut Ganti Rugi, Ketua Rt Yobar: Saya Serba Salah

Salah seorang mami  yang mewakili para PSK, Yuli mengaku mereka sudah terdesak dengan kesulitan mendapatkan air minum. Selama ini, mereka biasa dilayani dengan mobil tangki dari luar.

“Begitu pintu masuk digembok, mobil tangki tidak  dapat beroperasi di dalam lagi melayani air bersih. Dengan demikian, para PSK yang menghuni barak-barak mengalami kesulitan,” ungkapnya.

Selain itu, kebutuhan makan-minum juga semakin berkurang. “Bagaimana kita mau keluar pergi belanja di  pasar atau toko, sementara pintu masuk digembok,” katanya.

Dia berharap kepolisian dapat memediasi, sekaligus mencari jalan penyelesaian bersama pemilik ulayat. Sehingga pintu pagar  yang digembok, dapat dibuka kembali.

Kasat Binmas Polres Merauke, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Horas Nababan menegaskan, mestinya tidak semua penghuni lokalisasi Yobar datang di polres. “Ini sudah namanya demonstrasi, karena jumlah yang datang sangat banyak,” katanya.

Setelah melakukan dialog, akhirnya disepakati utusan dari Yobar  bersama Kasat Binmas menuju ke Dinsos Merauke untuk melakukan audiens, sekaligus mendapatkan jalan keluar penyelesaian. (LKF)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri