Romanus Mbaraka Menang Telak Survei Cabup Merauke Yang Dilakukan PDIP

Bakal calon Bupati Merauke, Heribertus Silubun | LKF

Metro Merauke – Drs. Romanus Mbaraka, MT menang telak  dalam survei Calon Bupati Merauke yang dilakukan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P melalui  salah satu lembaga survei berkelas dari Jakarta.

Lembaga survei tersebut sangat independen dan terukur. Itu dapat dibuktikan dari salah seorang kader yang juga Ketua DPC PDI-P Merauke, Heribertus Silubun yang masuk dalam survei sebagai bakal calon bupati, harus mengakui  Romanus  lantaran mendapatkan hasil sangat signifikan dibandingkan dirinya.

Dari berbagai informasi yang didapatkan Metro Merauke, Romanus Mbaraka memperoleh hasil survei  di atas 50 persen mengalahkan sejumlah bakal calon bupati lain.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Merauke, Heribertus Silubun yang dihubungi melalui telpon selulernya Selasa (28/1) membenarkan adanya survei  DPP PDI-P melalui salah satu lembaga survei dimaksud.

Tim survey tersebut, lanjut Heribertus, datang di Merauke sekitar Desember 2019 silam. Setelah mendapatkan informasi awal, mereka langsung bergerak turun ke lapangan.

“Hasilnya pun telah diketahui. Dimana pada Januari lalu, bakal calon atau perwakilan diundang termasuk saya, datang di Sekretariat DPC PDI-P Merauke menerima hasil,” ungkapnya.

Untuk pentahapan selanjutnya, jelas dia, menunggu petunjuk lebih lanjut dari DPP.

Dikatakan, untuk jumlah bakal calon yang disurvei, dari kesepakatan awal, hanya mereka yang memberikan kontribusi dan mendukung dalam pembiayaan untuk lembaga survei tersebut.

Namun, katanya, lembaga survey mempunyai metode yang digunakan. Sehingga ada beberapa nama bakal calon yang tak terdaftar dalam PDI-P, dimunculkan ketika survei dilakukan.

Heribertus mengakui lembaga survey dimaksud independen dan tidak ada intervensi dari siapapun.

Ditanya hasil survei bakal callon Bupati Merauke, Heribertus mengatakan, Romanus Mbaraka mendapatkan prosentase tertinggi. “Betul bahwa dari dokumen  yang kita terima, Pak Romanus-Mantan Bupati Merauke masih tertinggi,” katanya.

Namun Heribertus kembali berdalih, itu sesuatu yang biasa dengan alasan survei  masih terlalu luas. “Nanti kita lihat lebih ideal kalau ada beberapa calon yang berpotensi maju. Itu baru dapat dilihat hasil akhir,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, pengalaman lima tahun silam, Romanus Mbaraka mendapatkan survei tinggi. Tapi dalam kenyataan kalah. “Ya, meskipun hasil survei Pak Romanus Mbaraka tinggi, namun tetap memotivasi kami untuk maju,” tegasnya.

Disinggung lagi apakah hasil survei tidak dijadikan acuan, Heribertus mengaku itu-kan dilakukan secara ilmiah. Tetapi setiap daerah  memiliki pengalaman pilkada sendiri. Situasi politik bisa berbeda ketika seorang calon memiliki strategi politik sendiri. (LKF)

Tinggalkan Balasan