Dua Imam dan Dua Diakon Ditahbiskan Disaksikan Ribuan Umat Katolik

Dua imam dan diakon sedang bertiarap di depan altar | LKF

Metro Merauke – Bertempat di Gereja St. Fransiskus Xaverius Katedral Merauke, dua imam serta dua diakon ditahbiskan Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC.

Kedua imam(pastor) yang ditahbiskan Jumat (24/1) itu yakni RD. Randy Arnolduz Putra Lau, Pr dan Rp Rudolf Dayu Wicahyo, MSC. Sementara dua diakon yang ikut ditahbiskan yakni diakon Emanuel Da Santo Meo Djogo serta Diakon Valentinus Generosus Nuga.

Pantauan Metro Merauke, pentahbisan imam dan diakon tersebut, dihadiri ribuan umat Katolik.

Uskup Administrator dalam sambutannya menyampaikan proficiat kepada dua imam baru yang telah ditahbiskan, juga dua diakon lainnya. Terimakasih kepada orangtua yang telah merelahkan anaknya diserahkan ke gereja.

Pentahbisan dua imam oleh Uskup Administrator Keuskupan Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi, MSC | Jubi/Frans L Kobun

“Saya selalu menyampaikan kepada para pastor bahwa modal yang dimiliki bukanlah otak. Tetapi mulut agar lebih jelas bicara kepada umat sebagai pewarta. Karena kadang kala umat tak mendengar secara jelas apa yang disampaikan pastor saat sedang berkhotbah,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, ada beberapa perubahan dilakukan di lingkung keuskupan. Semua pastor belum dipindahkan. “Saya akan mutasi setelah evaluasi setahun ke depan,” katanya.

Khusus penempatan dua pastor yang baru ditahbiskan itu, Pastor Rudolf Dayu   di Keuskupan Ambon. Sedangkan Pastor Randy akan menjadi rektor  Seminari KPA yang akan didirikan bulan Agustus 2020 mendatang.

“Sebelum Pastor Randy menjadi rektor, harus dilatih tiga bulan di Ambon terlebih dahulu,” katanya.

Wakil Provinsial MSC, Pastor Agustinus Handoko, MSC menyampaikan terimakasih  kepada Keuskupan Agung Merauke sehingga pastor Rudolf ditahbiskan disini. “Terimakasih juga kepada orangtua yang telah menyerahkan putra terbaiknya untuk kami,” katanya.

Dalam kesempatan itu, provincial mengingatkan kepada Pastor Rudolf akan bahan bacaan minggu lalu tentang Saul dan Daud. Keduanya menjadi raja, namun akhirnya ditolak dan masa tuanya hidup menderita lantaran tidak setia.

“Saya ingatkan bahwa Saul dan Daud bisa jatuh karena ketidaksetiaan. Semoga saudara yang ditahbiskan hari ini, tetap setia menjadi imam serta berkat bagi umat sekalian,” pintanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Daniel Pauta menyampaikan proficiat juga untuk dua imam serta dua diakon yang ditahbiskan. Semoga keempatnya setia dalam panggilan.

Umat juga, lanjut Pauta, harus memberikan dukungan. Jika pastor melenceng sedikit dari panggilan hidupnya, harus disampaikan. Tidak diajak masuk jurang.

“Kita dengar kalau pastor sudah salah langkah, bukan umat mengingatkan. Tetapi justru menyeretnya masuk ke jurang. Itu tidak boleh terjadi,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Pauta meminta imam membangun hubungan baik bersama pemerintah dan lebih khusus lagi umat. Dalam pelayanan juga,  agar pastor tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain. Tetapi kasih harus terus dikedepankan. (LKF)

Tinggalkan Balasan