Lokalisasi Yobar Masih Dipalang, PSK Juga Dilarang ‘Kuda-Kudaan’ dengan tamu

Lokalisasi Yobar dipalang pemilik ulayat | LKF

Metro Merauke – Linus Samkakai, pemilik ulayat tanah di Lokalisasi Yobar, Kelurahan Samkai, Kabupaten Merauke tetap  ngotot para pekerja seks komersial (PSK)  tak boleh menerima tamu dalam kamar sekaligus melakukan ‘kuda-kudaan.’

Alasan mendasarnya karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke belum menyelesaikan tuntutan ganti rugi senilai Rp 800 juta yang diminta.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Merauke, Rudy Prongantun Rabu (22/1) mengatakan, pihaknya juga mendatangi Lokalisasi Yobar setelah dilakukan pemalangan kemarin.

Baca juga: Lokalisasi Yobar Dipalang, Aksi ‘Esek-Esek’ Terhenti

“Memang saya datang, tetapi tidak bisa mengambil keputusan. Hanya mendengar apa yang menjadi tuntutan Linus Samkakai  sebagai pemilik ulayat,” katanya.

Dikatakan, oleh karena belum adanya penyelesaian, Linus Samkakai meminta kepada puluhan PSK tidak boleh melakukan aktivitas menerima tamu di kamar.

“Kalau mereka keluar ke pasar atau toko, silahkan saja. Tetapi tidak melayani tamu,” uncap Rudy menirukan pesan pemilik ulayat.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Merauke, Bronko Harnoko menambahkan, sejauh ini pihaknya masih mencari data sehubungan dengan kepemilikan tanah. “Kami sudah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Merauke,  namun perlu tambahan data pendukung,” katanya.

Selain itu, juga harus melaporkan terlebih dahulu ke Kepala Dinas Sosial Kabupaten Merauke, Yohanes Samkakai yang saat ini masih ada tugas di luar daerah. (LKF)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan