Pasutri Korban Loang Boat Terbalik di Muara Bokap-Asmat Masih Hilang, Pencarian Terus Dilakukan

Ilustrasi tenggelam

Metro Merauke – Upaya pencarian korban loang boat yang terbalik dihantam ombak saat bertolak dari Distrik Agats menuju Distrik Pantai Kasuari, hingga kini terus dilakukan.

Loang boat yang membawa 3 penumpang itu mengalami musibah, laka laut, Rabu (8/1), di Muara Bokap, Distrik Betcbamu, Asmat.

Kapolres Asmat, AKBP Andi Yosep Enoch mengatakan, dalam insiden tersebut, satu orang penumpang, Amsar (32) yang merupakan driver loang boat, dinyatakan selamat. Sedangkan dua penumpang lainnya, Slamet (54) dan Siti Nurhamzah (43), belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

“Pencarian dengan melibatkan potensi SAR, Polairud Polres Asmat dan keluarga korban terus dilakukan untuk mencari keberadaan dua korban yang masih hilang. Masing-masing Slamet (Kepala Sekolah SD Samarit) dan Siti Nurhamzah. Korban merupakan pasangan suami istri,” ujar Kapolres kepada Metro Merauke, Jumat (10/1).

Diketahui pada Rabu (8/1), jam 09 .00 WIT, loang boat yang membawa 3 orang penumpang termasuk driver berangkat dari Dermaga Feri, Distrik Agats dengan tujuan Kampung Kamur, Distrik Pantai Kasuari. Dan, tepat di sekitar Muara Bokap, Distrik Betcbamu, tiba-tiba mesin perahu mati kemudian loang boat yang mereka tumpangi dihantam ombak lalu terbalik dan tenggelam,” terangnya.

Dari keterangan korban, pada saat itu kondisi cuaca di lokasi kejadian terjadi arus dan gelombang yang cukup kencang.

Kepada petugas, Amsar menceritakan detik-detik sebelum laka laut itu terjadi. Sesaat setelah perahu terbalik, para korban berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri, berenang menuju daratan. Namun, di tengah hantaman ombak membuat Amsar dan pasangan suami istri (pasutri) akhirnya terpisah.

Amsar merasa bersyukur, setelah berjam-jam terombang-ambing di laut, ia menemukan adanya pohon nipa yang hanyut di laut, kemudian diraihnya dan digunakan menyandarkan tubuhnya hingga membawanya sampai mendapati daratan.

“Barulah pada Kamis dini hari (9/1), jam 01.30 WIT korban sampai di pinggir daratan dan langsung mencari jalan di tengah hutan menuju kampung di Distrik Betcbamu untuk meminta bantuan warga di kampung.”

Dikatakan Kapolres, pencarian terhadap pasutri korban loang boat dilakukan Kamis (9/1), dari tim gabungan, termasuk melibatkan keluarga korban belum membuahkan hasil. Karena cuaca buruk, pencarian dilanjutkan Jumat (10/1) dengan lokasi pencarian diperluas dari lokasi kejadian. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan