Ortu Bawa Anak Masuk Hutan Cari Makan, Sekolah Diabaikan

Anak-anak di Kampung Senegi, Kabupaten Merauke | LKF

Metro Merauke – Salah satu persoalan yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) Sinegi, Distrik Anim Ha, Kabupaten Merauke adalah anak-anak jarang masuk sekolah. Karena orangtua memboyong mereka masuk ke hutan memangkur sagu.

Ketua Komite SD Sinegi, Alfons Mahuze yang ditemui Metro Merauke Senin (29/12) membenarkan. “Kondisinya seperti demikian. Para guru tak bisa melarang secara berlebihan anak-anak ikut orangtua masuk hutan mencari makan,” ungkapnya.

Biasanya, menurut dia, orangtua datang ke sekolah meminta izin ke para guru. “Memang diizinkan, tetapi hanya diberikan waktu seminggu saja. Namun orangtua berlama-lama dengan anak hingga sebulan. Kondisi demikian menyusahkan anak sendiri, karena banyak materi terlewatkan,” katanya.

Alfons mengakui jika masyarakat setempat tidak memiliki kebun tetap  menanam umbi-umbian. Dengan demikian, ketika cadangan makanan menipis, otomatis mereka harus masuk hutan.

“Anak anak tidak bisa ditinggalkan di keluarga maupun tetangga. Karena tak ada makanan lagi. Sehingga satu-satunya jalan yang dilakukan adalah membawa mereka masuk hutan,” ujarnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan