Warga Ributkan Pantai Tercemar, DLH Merauke Turun Lakukan Pengujian

Dinas Lingkungan Hidup Merauke saat melakukan uji lab terhadap sampel air Pantai Payum dan Pantai Lampu Satu

Metro Merauke – Menanggapi kotornya air di Pantai Payum, Merauke yang dikeluhkan warga karena tercium bau tak sedap. Guna memastikan kondisinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat langsung turun lapangan melakukan uji sampel air.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merauke, Hj Harmini menjelaskan, telah mengambil sampel air yang disebut warga mengalami pencemaran.

Hasilnya, kata Harmini, kandungan air di Pantai Payum dalam kondisi normal. Dan pihaknya menyatakan, air pantai tidak mengalami pencemaran.

“Ini berdasarkan hasil uji sementara laboratorium, untuk PH maupun COD (chemical oxygen demand) dalam kondisi normal. Membuktikan, air Pantai Payum aman, tidak tercemar,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (28/12).

Ia menjelaskan, air yang tercemar dapat disebabkan dari limbah industri pabrik, limbah rumah tangga maupun penggunaan bahan an organik lainnya. Sedangkan untuk kondisi Pantai Payum sendiri, katanya, diketahui tidak ditemukan adanya larutan endapan tercemar limbah.

“Karena memang tidak ada industri sumber limbah  disekitarnya. Sedangkan bau pada air pantai tersebut bisa disebabkan karen kotoran di pantai atau biota laut, seperti ikan yang mati tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja,” ujarnya.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup mengajak peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar, termasuk di kawasan pesisir pantai. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan