‘Tak  Ada Misi Politik Saya Bawa di Kampung’

Masyarakat sedang foto bersama dengan Mantan Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT | LKF

Metro Merauke – Duduk beralaskan daun maupun terpal. Itulah kebiasaan dari sosok anak kampung dari Batu Merah-Kalilam, Pulau Kimaam ini.

Kala akan  berkunjung di kampung-kampung, ia lebih memilih membaur bersama masyarakat, meskipun telah disediakan kursi. Mengapa demikian? Karena ia  tidak menginginkan adanya sekat.

Sambil ‘khaos’ (makan pinang) bersama adalah pilihannya, ketika sudah duduk bersilah bersama masyarakat. Disitulah kebersamaan dan kekeluargaan terbangun.

Mantan Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT saat membaur bersama masyarakat | LKF

Adalah Drs. Romanus Mbaraka, MT, Mantan Bupati Merauke periode 2011-2015. Dalam sepekan terakhir, bersama anak-anaknya serta orang dekatnya, melakukan kunjungan ke sejumlah kampung maupun dusun yang selama ini ‘luput’ dari sentuhan Pemerintah Kabupaten Merauke.

Kunjungan yang dilakukan, tidak lain ingin ‘menjenguk’ masyarakat. Sekaligus memberikan bingkisan menjelang hari raya Natal tanggal 25 Desember 2019.

Sejumlah kampung dan dusun yang dikunjungi yakni Yakyu, Kampung Rawa Biru,  Kampung Kondo, Dusun Korkari, Kampung Tomerauw, Kaliki serta  Kampung Senegi, Nggolar  dan Kurik 6.

Suka cita terpancar dari raut wajah masyarakat kampung yang dikunjungi. Mereka merasakan sesuatu yang luar biasa. Karena masih diperhatikan, apalagi menjelang hari raya Natal.

Pendeta Sefnat Kedubun, Pdt di Kampung Kaliki mengatakan,  atas nama seluruh masyarakat setempat menyampaikan terimakasih  untuk kunjungan dari Romanus Mbaraka di kampung tersebut.

“Saya hanya bilang, Tuhan Yesus selalu bersama Bapak Romanus Mbaraka dalam perjuangan kedepan.  Pasti  banyak harapan akan menjadi bagian penting bagi  Bapak Romanus jika Tuhan menghendaki,” katanya.

“Kami selalu berdoa seperti Tuhan sampaikan melalui hamba-NYA,  yang bekerja jujur di atas Tanah ini, dia akan berjalan dari satu pendapatan heran ke pendapatan heran lain,” ujarnya.

Sementara Sudri, anggota Badan Pekerja Klasis (BPK) GKI Jemaat Imanuel Kurik 6 menyampaikan terimakasih juga kepada Romanus Mbaraka atas bantuan yang diberikan menjelang Natal.

“Saya bersama salah seorang teman disini (mas Ary) akan membagikan bingkisan yang diserahkan Bapak Romanus untuk umat baik Katolik serta Protestan yang berjumlah 20 kepala keluarga di Kurik 6,”  ujarnya.

Mantan Bupati Merauke, Drs. Romanus Mbaraka, MT kepada Metro Merauke di Kampung Kaliki Minggu (22/12) mengatakan,” Tuhan hadir untuk kita berbagi kepada sanak saudara yang membutuhkan terutama mereka di kampung-kampung.”

“Saya melayani  masyarakat yang selama ini sulit dijangkau mulai dari Yakyu, Korkari, Kondo hingga sejumlah kampung lain,” ujarnya.

Kedatangan ke sejumlah kampung itu, tidak melalui pemberitahuan terlebih dahulu. “Saya tak ingin disambut secara resmi. Lebih baik datang secara diam-diam seperti begini. Sehingga tidak merepotkan masyarakat,” katanya.

Kampung-kampung yang dikunjungi, sekaligus berdialog. Juga memberikan bingkisan  agar bisa dimanfaatkan pada hari raya Natal nanti. “Ada beras, gula pasir dan sejumlah kebutuhan lain termasuk pakayan layak pakai dibawa,” ujarnya.

Bantuan sembako dan kalender untuk masyarakat di kampung-kampung | LKF

Kampung-kampung  yang dikunjungi juga, dari hitung-hitungan politik, tidak logis jika dilihat dari jumlah penduduk.  “Tetapi saya sampaikan kepada semua adik-adik yang mendampingi selama kunjungan dilakukan bahwa inilah kemuliaan serta kebesaran Tuhan Yesus yang mampu mengetuk pintu hati kita berbagi kasih,” katanya.

“Saya mengajak unuk selalu bersyukur kepada Tuhan. Jangan pernah kita memperhitungkan kekurangan yang kita miliki. Tetapi kelebihan itu sesungguhnya luar biasa, terutama nafas hidup dan kesehatan yang tidak bisa dinilai dengan materi,” pintanya.

Dikatakan, kalau materi masih dapat dibilang banyak-sedikit. Tetapi kebaikan Tuhan tentang hidup terutama nafas kehidupan dan kesehatan,  sangat luar biasa. “Ini juga saya tanamkan kepada adik adik yang bergabung dengan saya,” katanya.

Lebih lanjut Romanus menegaskan, kunjungan kasih yang dilakukan secara marathon dalam seminggu terakhir, tidak ada hubungannya dengan misi politik.

“Misi politik itu tahun depan. Karena akan berlangsung pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Merauke. Lalu saya memastikan diri untuk siap bertarung,” tegasnya.

Dijelaskan, kedatangannya kepada masyarakat kali ini adalah membawa misi cinta kasih dari Tuhan Yesus. “Sekali lagi saya tak membawa misi politik sama sekali. Ini yang harus dipahami baik masyarakat,” katanya.

“Mari kita mengakhiri tahun ini dengan cinta kasih dari yang diajarkan Tuhan Yesus dengan mengunjungi sekaligus membantu mereka di kampung-kampung yang membutuhkan,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Romanus menyampaikan selamat hari raya Natal kepada umat Kristiani yang akan merayakan. “Mari kita semua saling berjabatan tangan (termasuk sesama yang beragama Islam, Hindu serta Budha)  sebagai tanda persaudaraan sejati yang kita ikat sesuai semboyang Izakod Bekai-Izakod Kai, Satu Hati-Satu Tujuan,” ungkapnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan