Jelang Natal dan Tahun Baru, Dishub Merauke Turunkan Petugas di Pos Penyeberangan Kumbe

Petugas di Penyeberangan Kumbe sedang membantu menaikkan salah satu motor penumpang ke belang | LKF

Metro Merauke – Sejak H-4 Natal, tepatnya tanggal 21 Desember 2019, petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya mengawasi laju harian rata-rata (LHR) untuk penyeberangan orang dan kendaraan motor melalui jalur penyeberangan Kumbe, Distrik Malind.

Kepala Penyeberangan Kumbe, Corneles Martein Upessy yang ditemui Metro Merauke Senin (23/12) mengatakan, jumlah petugas di penyeberangan Kumbe sebanyak 8 orang. “Memang ada penambahan dari Pos Kelapa Lima dan juga beberapa staf  Dishub,” ujarnya.

Mereka bertugas dari tanggal 21-31 Desember 2019. Setiap hari petugas selalu berada di lokasi penyeberangan baik di Kumbe I maupun Kumbe II. “Ada  yang jaga dengan menyesuaikan jadwal,” ujarnya.

Setiap hari, dua lokasi penyeberangan ditempati petugas. Khusus tanggal 26 Desember 2019, jumlahnya  akan ditambah. Tahun ini jumlah orang maupun motor yang menyeberang mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Satu penumpang  harus  menunggu hingga stengah jam baru bisa melakukan penyeberangan bersama motornya.

Itu dikarenakan jumlah penumpang dari Kepi, Kabupaten Mappi, lebih memilih jalur Asiki, Kabupaten Boven Digoel. Mereka tak melalui penyeberangan Kumbe dan berlanjut Bian, akibat beberapa ruas jalan mengalami kerusakan. Sehingga berdampak terhadap cost atau biaya yang  mereka dikeluarkan.

Corneles menambahkan, pihaknya sering membantu driver mengangkat dan menurunkan motor penumpang yang hendak  menyeberang entah ke kota maupun distrik.

Dijelaskan untuk satu belang maksimal mengangkut lima unit motor dengan tariff Rp 25.000. Sehingga satu ret,  uang yang didapatkan senilai Rp 125.000. Jika ada carteran, tergantung kesepakatan antara driver bersama penumpang. Biasanya harga berlaku Rp 100.000.

Ditambahkan sejumlah fasilitas di Pos Kumbe juga masih rusak termasuk di pos jaga Kumbe II. Termasuk tambatan di Kumbe I. “Kami telah menyampaikan ke pimpinan dan mudah-mudahan tahun depan dianggarkan, sehingga dapat diperbaiki,” pintanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan