Peringatan Hari Ibu, Tokoh Pemuda: Momentum Bangkitnya Perempuan Marind

frans ciwe baju putih

Metro Merauke – Untuk menghormati jasa para ibu, diperingati Hari Ibu setiap tahunnya. Tak terkecuali pula di Merauke, Papua diperingati setiap tanggal 22 Desember.

Di moment hari ibu tersebut, Ketua DPP Pemuda Marind Fransiskus Ciwe menyoroti berbagai masalah yang terjadi di atas Bumi Anim-Ha, khususnya tentang perempuan.

Menurutnya, ditengah situasi politik oligarki yang bercokol di pemerintahan hari ini, baik pemerintah, parlemen dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) lainnya, semakin membuat nasib perempuan, khususnya perempuan marjinal, semakin terpuruk.

Ciwe mencontohkan, soal terpilihnya
Ketua DPRD Merauke periode 2014 lalu, (Alm) Kanisia Lea Mekiuw yang sempat didemo di atas tanahnya sendiri.

Begitu juga tahun 2018, lanjutnya, adanya penolakan dari Lembaga Masyarakat Adat (LMA), menyusul Theresia Mahuze sebagai Calon Ketua KPU Merauke.

“Jangan lagi ada kepentingan golongan atau pribadi yang menjadikan pihak-pihak tertentu
Sebagai bamper untuk menghadang namuk-namuk (sebutan buat perempuan Marind) untuk menjadi pemimpin. Karena namuk juga mempunyai hak penuh untuk tampil di atas tanah adat Anim Ha,” katanya.

Sehingga, kata Ciwe, peringatan Hari Ibu diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan, guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Kondisi tersebut, sambungnya, memerlukan berbagai strategi, pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan.

“Termasuk peran laki-laki dalam gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, perlakuan diskriminatif dan pencapaian kesetaraan gender,” tukasnya.

Untuk diketahui, Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia, diawali dengan  Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928, di Yogyakarta, telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan