KPU: Mantan Terpidana dan Terpidana Wajib Umumkan Statusnya di Media Massa Bila Ingin Maju Pilkada

Ketua KPU Merauke, Theresia Mahuze

Metro Merauke – Ketua KPU Merauke, Papua, Theresia Mahuze menerangkan, dalam Peraturan KPU nomor 18 tahun 2019, bagi mantan atau terpidana yang akan mencalonkan diri maju dalam Pilkada 2020, wajib mengumumkan status mantan napinya maupun terpidana kepada publik melalui media massa.

“Khususnya terpidana yang melakukan kealpaan ringan wajib mengumumkan kepada publik, bahwa mereka sedang menjalani hukuman atau masa tahanan. Begitu juga bagi mantan terpidana, wajib pula mengumumkan bahwa telah selesai menjalani hukuman,” terangnya kepada wartawan baru-baru  ini.

Tak sampai disitu, lanjutnya, yang bersangkutan wajib menyertakan surat dari Lapas juga salinan putusan Pengadilan Negeri.

Lebih jauh ia menjelaskan, dalam aturan menyebut adanya dua jenis tindak pidana yang menghalangi sesorang untuk dicalonkan dan mencalonkan. Masing-masing kasus narkoba dan tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak.

Sedangkan untuk mantan pidana korupsi, kata Ketua KPU, mereka diperbolehkan mencalonkan diri.

“Namun yang perlu diketahuk, untuk Parpol yang akan mengusung bakal calon pasangan, hendaknya tidak mengutamakan mantan terpidana korupsi. Artinya, boleh mencalonkan tapi untuk parpol jadi perhatian, tidak mengutamakan mantan terpidana korupsi,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan