Lomba Pembuatan Kandang Natal ‘Ala’ TK Bernadethe Merauke

Penyerahan hadiah kepada anak-anak di halaman TK Bernadethe Merauke | LKF

Metro Merauke – Pekan lalu orangtua di Taman Kanak-Kanak (TK) Bernadethe Merauke tampak sibuk. Mereka rela hadir dan terlibat bersama menyelesaikan pembuatan kandang Natal.

Dari rumahnya, mereka membawa bahan-bahan  mulai  dari botol aqua hingga barang bekas lain yang dapat disulap, sekaligus dimanfaatkan untuk menyelesaikan kandang Natal.

Tampak antusias. Mereka bergotong royong bersama menuntaskan kandang. Karena akan dilombakan sekaligus dinilai  tim juri yang telah ditentukan pihak sekolah.

Hasil kreasi orangtua membuahkan hasil. Sejumlah kandang Natal berdiri di masing-masing sudut kelas. Atribut maupun pernak-pernik menghihasi setiap kandang.

Akhirnya pada Sabtu tanggal 14 Desember 2019, para pemenang diumumkan secara langsung oleh Kepala Sekolah TK Bernadethe Merauke, Sr. Yuliana Surtilah didampingi para guru. Lalu dihadiri anak didik bersama orangtua masing-masing.

Kepsek TK Bernadethe Merauke, Sr. Yuliana Surtilah | LKF

Kepada Metro Merauke, Suster Yuliana mengatakan, tahun ini dilakukan pembuatan kandang Natal setiap kelas menggunakan bahan-bahan bekas.

“Kami menginginkan para guru dapat bekerjasama baik dengan orangtua murid. Dalam bekerja pasti membutuhkan tim yang solid serta kompak agar hasilnya baik,” ungkapnya.

Dikatakan ada nilai ingin ditanamkan dalam pembuatan kandang Natal yakni kebersamaan, kekompakan dan cinta lingkungan. Sehingga orang tidak  membuang sampah plastik secara sembarangan.

Wali Kelas B2 TK Bernadethe Merauke, Yohana Talakua foto bersama murid-muridnya | LKF

Selain itu, terdapat nilai-nilai teologis maupun pesan Natal. “Semua kandang Natal yang dibuat sangat bagus,” puji Suster Yuliana.

Suster mengaku hasil pembuatan kandang telah diumumkan kemarin pagi setelah dinilai  tim dari komite sekolah maupun pastor penyelenggara. “Ada Pak Yanuaris Resubun dan Diakon Rendy serta Frater Emanuel yang menilai,” katanya.

“Memang hasil penilaian berbeda-beda sesuai perankingan mulai dari 1-V. Namun semuanya tetap juara I. Sehingga anak-anak pulang dengan selalu membawa suka cita dan  kebanggaan,” ujarnya.

Dijelaskan, pesan Natal tahun ini sesuai thema adalah Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang. Tentunya dimulai dari anak kecil juga. Lalu dengan hadiah yang dibagikan,  anak-anak mulai bersahabat dengan siapapun entah di rumah maupun di lingkungan sekitar.

“Ya, meskipun dalam keterbatasan kami menyiapkan hadiah bagi semua anak. Untuk laki-laki mendapatkan topi Merry Christmas. Sedangkan perempuan adalah  bandrol Merry Christmas juga. Semua bernuansa Natal. Dengan hadiah itu, anak-anak dapat  bergembira menyambut kelahiran Yesus Kristus,” ungkapnya.

Suster Yuliana mengakui pembuatan kandang Natal baru pertama kali dilakukan. Kalau tahun-tahun sebelumnya, perayaan Santa Klaus dan ibadah sabda dilanjutkan makan bersama.

“Khusus ide Santa Klaus bersamaan pembagian hadiah, mendadak dilakukan. Ini sebagai suatu bentuk surprice kepada anak-anak,” katanya.

Ditambahkan para korangtua sangat kompak dan bersemangat. Semuanya mengambil bagian mulai dari persiapan bahan hingga proses finishing pengerjaan  kandang Natal. Bahkan ada yang kerja hingga tengah malam.

“Terimakasih banyak untuk kerjasama yang baik antara orangtua, sehingga kandang Natal dapat diselesaikan dan dilombakan hari ini,” ujarnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan