Pasang Spanduk di Pintu Masuk Gor, Yogi: Kami Minta Ganti Rugi Rp 14 Miliar

Spanduk yang dipasang pemilik ulayat di pagar GOR Hiad Sai Merauke| LKF

Metro Merauke – Pemegang hibah wasiat almarhum Amatus Y Mahuze, Yulius Yogi  memasang spanduk di pintu masuk Gedung GOR Hiad Sai tadi pagi. Pemasangan itu karena hingga kini belum ada realisasi pembayaran ganti rugi tanah senilai Rp 14 miliar.

“Bapak bupati agar segera selesaikan ganti rugi hak ulayat tanah adat GOR Hiad  Sai sebelum hari raya Natal dan PON 2020 di Merauke.” Begitu bunyi tulisan dalam spanduk tersebut.

Saat dihubungi melalui telpon selulernya Kamis (12/12), Yulius Yogi mengaku, dirinya sebagai pemegang hibah wasiat almarhum Amatus telah berupaya melalui berbagai cara.

Dikatakan pengacaranya Efrem Fangohoy, SH sudah  bersurat ke Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Merauke, sekaligus meminta penyelesaian pembayaran. Hanya saja hingga sekarang tak ada penyelesaian.

“Saya juga sudah bertemu Bupati Merauke, Frederikus Gebze beberapa kali  dan menyampaikan penyelesaian tanah GOR. Tetapi hanya diminta untuk bersabar,” ujarnya.

Yogi menegaskan, pihaknya memberikan batas waktu hingga beberapa hari kedepan. Jika tidak ada penyelesaian pembayaran, ia akan datang menggembok semua pintu di GOR.

“Ini langkah terakhir saya lakukan. Karena sepertinya pemerintah tidak meresponi untuk melakukan pembayaran ganti rugi yang sudah lama diperjuangkan,” katanya. (LKF)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan