Bertemu Menhan, Beberapa Bupati dan Tokoh Papua Sampaikan 10 Poin

Metro Merauke – Beberapa bupati dan wakil bupati di Papua serta Papua Barat bersama sejumlah tokoh dari berbagai daerah di Papua, yang tergabung dalam Tim Forum Peduli Papua Maju bertemu Menteri Pertahanan atau Menhan, Prabowo Subianto, Selasa malam (10/12). Pertemuan berlangsung di kediaman Menhan di Jalan Kertanegara 4 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan yang difasilitasi Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni tersebut para kepala daerah dan tokoh Papua menyampaikan 10 poin kepada Menhan.

Ketua rombongan, Yanni mengatakan poin yang disampaikan kepada Menhan merupakan pokok-pokok pikiran para tokoh Papua tersebut.

“Masukan yang disampaikan kepada Pak Prabowo dinilai rasional dan relevan untuk kondisi Papua. Pak Prabowo berterima kasih atas aspirasi para tokoh Papua,” kata Yanni via teleponnya, Rabu (11/12).

Menurutnya, sepuluh poin yang disampaikan kepada Menhan yakni, pertama mengusulkan distribusi sumber daya manusia orang asli Papua (OAP) dalam birokrasi pusat pemerintahan RI, termasuk penempatkan OAP pada eselon tertentu di Kementerian Pertahanan RI.

Poin kedua, menginginkan pemerataan dan distribusi  kesejahteraan bagi OAP melalui subsidi kegiatan sosial ekonomi berbiaya tinggi.

Poin ketiga, pengembangan wilayah perbatasan NKRI di Papua sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, agar   OAP di wilayah perbatasan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi.

Poin keempat, mengusulkan pengembangan kota  bersejarah di  Papua yang ikut  andil dalam perjuangan  kemerdekaan Indonesia, sebagai pusat destinasi wisata sejarah seperti di Biak, Serui dan Bovendigoel.

Kelima, menginginkan peningkatan kesadaran  ketahanan nasional di Papua  dan Papua Barat dengan  membentuk Badan  Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) Perwakilan Papua dan Papua Barat di Jayapura.

Keenam, pemulihan solidaritas  nasional di Papua dalam  konteks penghargaan terhadap para tokoh Papua yang ikut andil dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, serta penyelesaian isu HAM, berbasis pada jaminan kesejahteraan keluarga korban pelanggaran HAM.

Ketujuh, mengendalikan secara efektif operasi militer dalam pengejaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di beberapa wilayah konflik di Papua agar tidak berdampak kepada masyarakat sipil.

Kedelapan, membangun  sarana prasarana  transportasi darat dan udara di wilayah  pegunungan yang efektif dan  berkualitas sebagai bagian  dari strategi membangun pertahanan nasional.

Kesembilan, meningkatkan akses OAP dalam rekrutmen prajurit TNI/Polri.

Poin kesepuluh, meningkatkan  kesejahteraan prajurit TNI/Polri yang ditugaskan di

Papua, terutama di wilayah-wilayah konflik

Kata Yanni, terkait masukan mengenai peningkatkan akses rekrutmen anggota TNI, Menhan menyatakan akan melakukan afirmatif action terhadap OAP agar mendapat porsi lebih dalam rekrutmen anggota TNI.

Selain itu, Menhan menyatakan akan terus membuka pintu kepada tokoh Papua yang ingin menyampaikan masukan kepadanya. Menhan juga mengakui sangat memahami karakter masyakarat Papua karena separuh hidupnya berada di Indonesia Timur. Apalagi, Prabowo Subianto juga memiliki darah orang Indonesia Timur.

“Di mata Pak Prabowo, orang Papua suka bicara blak-blakan dan terus terang. Namun hatinya sangat baik. Beliau berpandangan, menghadapi orang Papua yang sebenarnya berhati baik, mesti mengedepankan pendekatan pembangunan dengan sentuhan tangan dan hati, bukan dengan kekuatan militer,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Menhan juga menyatakan ingin melihat kondisi terkini di Papua secara langsung. Jika tak ada hambatan, Menhan akan berkunjung ke Papua dalam waktu dekat. Jika tidak Desember tahun ini, pada Januari 2020.

“Kami akan mengkawal dan melihat realisasi daripada aspirasi yang kami sampaikan. Pak Prabowo juga akan mengundang kami kembali pada Desember ini atau Januari nanti,” ucap Yanni.

Para kepala daerah dan tokoh Papua yang bertemu Menhan yakni, Benediktus Tambonop (Bupati Boven Digoel), Elisa Kambu (Bupati Asmat), Abok Busup (Bupati Yahukimo), Manuel Piter Urbinas (Wakil Bupati Raja Ampat), Petrus Yoram Mambai (tokoh masyarakat Saireri), Daniel Ayub Dawan (akademisi), Otniel Sem (tokoh agama) Mathius Murib (pejuang HAM Papua), Budi Projonegoro Yokhu (tokoh pemuda Kabupaten Jayapura).

H Williem Waros Gebze (toko masyarakat Imbuti-Malid Merauke), Marselino Yokomdo (tokoh penasehat masyarakat Muyu Merauke), Simson Sonny Manoach (tokoh agama).

Nathan Pahabol (Koordinator Kabupaten Yahukimo), Apeniel Sani (Koordinator Kabupaten Intan Jaya)), Viktorianus Ohoiwatun (Koordinator rombongan), Fachri Lahmady (Koordinator Rombongan/tokoh pemuda Muslim), dan Jasman Tumpu (Koordinator Muslim Asmat). (Arjuna/Redaksi)

 

 

Tinggalkan Balasan