Jelang Nataru, Bea dan Cukai Amankan Ribuan Botol Miras Masuk Boven Digoel

Kepala Kantor Bea dan Cukai Merauke, Deni Sudrajat tengah menunjukan contoh miras yang dipasang label pita cukai yang asli

Metro Merauke – Bea dan Cukai Merauke, Papua, mengamankan sebanyak 6.096 botol minuman beralkohol yang masuk ke wilayah Boven Digoel.

Saat ini, ribuan botol minuman keras golongan C telah disegel dan menjadi pengawasan petugas Bea dan Cukai Merauke, selanjutnya untuk dilakukan penyelidikan terkait dokumen pengiriman dan tujuannya.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Merauke, Deni Sudrajat kepada wartawan menjelaskan, pihaknya bergerak cepat merespon informasi masyarakat terkait adanya minuman keras yang masuk di wilayah tersebut, Selasa (3/12).

Petugas Bea dan Cukai tengah memasang segel pada ratusan karton miras yang masuk Boven Digoel

Hasilnya, petugas Bea dan Cukai yang dikerahkan ke lapangan di backup aparat TNI, menghentikan aktivitas pembongkaran miras dari atas kapal tengah diangkut ke atas truk, tepatnya di Jalan Trans Papua, Kampung Miri, Boven Digoel.

Selanjutnya miras tersebut di bawa ke gudang penyimpanan tanpa nama, Jalan Betob 2, Mandobo, Boven Digoel.

“Ini juga dalam rangka Operasi Gempur. Tujuannya memastikan jangan sampai ada perdagangan ilegal. Terlebih menjalang Natal dan tahun baru (Nataru), kemungkinan besar potensi peredaran barang kena cukai ilegal,”terangnya, Senin (9/12).

Dijelaskan, Bea dan Cukai melakukan  penindakan truk bermuatan miras golongan C tanpa dilengkapi dokumen pelindung dengan barang bukti sebanyak 4.416 botol miras. Selain itu dilakukan penindakan miras di gudang tanpa nama dengan barang bukti 1.680 botol miras.

Terkait dengan diamankannya ribuan botol miras di Boven Digoel, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Terlebih, diketahui di Boven Digoel sendiri telah memiliki Perda tentang pelarangan memasukan dan menjual minuman keras.

“Infonya barang tersebut dari Denpasar dengan tujuan Serui, Papua. Namun kenapa bisa sampai masuk ke Boven Digoel. Padahal sudah jelas di sana (Boven Digoel) memiliki Perda Miras.”

Sehingga, pihaknya perlu melakukan pengecekan dengan baik terkait dokumen pengiriman maupun tujuannya.

“Apakah benar ke Boven Digoel?. Kalau tujuannya beda dan dibelokan, berarti ada upaya menyalahi prosedur. Ini masih kita cek dengan baik,” tukasnya. (Nuryani)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan